Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator yang dapat menggambarkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, AKI di Indonesia meningkat dari 183 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2022 menjadi 305 pada tahun 2023. Sementara itu, AKB pada tahun 2023 tercatat sebesar 16,85 per 1.000 kelahiran hidup (Manullang et al., 2025). Di tingkat daerah, Kabupaten Pekalongan juga menunjukkan fluktuasi angka kematian ibu dan bayi. AKI menurun dari 27 kasus pada tahun 2021 menjadi 18 kasus pada tahun 2024. Namun, AKB pada tahun 2024 masih cukup tinggi yaitu sebanyak 158 kasus. Penyebab kematian ibu di Kabupaten Pekalongan didominasi oleh gangguan hipertensi (61%), lain-lain (17%), infeksi (11%) dan perdarahan (11%). Adapun penyebab kematian neonatal di Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 sebagian besar karena asfiksia (40%), BBLR dan Prematuritas (26%), Kelainan Kongenital (17%), lain-lain (8%), Infeksi (6%), serta Kelainan kardiovaskular dan respiratory (3%) (Pekalongan, 2024).
Usia ibu menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi kehamilan. Usia reproduksi sehat atau dikatakan tidak berisiko adalah saat usia 20 tahun sampai 35 tahun, karena pada usia tersebut organ reproduksi ibu sedang berkembang secara sempurna sehingga rahim ibu siap dalam menerima kehamilan. Pada usia ≥ 35 tahun berhubungan dengan mulainya regenerasi sel-sel tubuh terutama dalam hal ini adalah endometrium akibat usia biologis jaringan dan adanya penyakit yang dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes gestasional, preeklamsia, dan persalinan sesar. Pada usia ini organ kandungan menua jalan lahir tambah kaku, ada kemungkinan besar ibu hamil mendapat anak cacat, terjadi persalinan macet dan perdarahan (Hapisah et al., 2024).
Selain usia ibu, grandemultipara atau yang lebih dikenal dengan sebutan ibu yang melahirkan lebih dari 4 kali bisa menyebabkan beragam komplikasi kehamilan yang akan dialami oleh ibu hamil. Beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi antara lain perdarahan ante partum, solusio plasentae, plasenta previa, spontaneus abortion, dan Intra Uterine Growth Retadation (IUGR). Grandemultipara juga bisa berakibat komplikasi pada persalinan, antara lain dengan meningkatkan risiko terjadinya uterine atony, ruptur uteri, serta malpresentation (Zunaidi, Purwadi and Nasyuha, 2022).
Riwayat medis pada persalinan sebelumnya, khususnya tindakan pemberian infus atau transfusi darah, merupakan indikator penting yang menunjukkan adanya kesulitan atau komplikasi di masa lalu. Ibu yang memiliki riwayat tersebut memiliki peluang sekitar 15% hingga 18% untuk mengalami kendala yang sama pada persalinan saat ini. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan ibu yang memiliki riwayat persalinan normal. Hal ini menunjukkan bahwa riwayat intervensi medis di masa lalu meningkatkan risiko persalinan saat ini. Oleh karena itu, dalam sistem Skor Poedji Rochjati, faktor ini diberikan perhatian khusus dengan bobot skor 4 agar tenaga kesehatan dapat melakukan persiapan yang lebih matang dan mencegah terjadinya risiko berulang demi keselamatan ibu dan bayi (Wahyuni et al., 2022) .
Setelah melewati masa kehamilan, tahap selanjutnya adalah persalinan yang tidak terlepas dari risiko komplikasi. Usia ibu ≥35 tahun merupakan salah satu faktor risiko terjadinya komplikasi persalinan karena pada usia tersebut terjadi penurunan fungsi organ reproduksi, berkurangnya elastisitas jaringan, serta meningkatnya risiko penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes yang dapat memengaruhi proses persalinan. Penelitian (Susanti, 2020), menunjukkan bahwa dari 33 ibu bersalin usia ≥35 tahun, sebanyak 28 orang (84,8%) mengalami komplikasi persalinan, sedangkan 5 orang (15,2%) menjalani persalinan normal. Komplikasi yang ditemukan meliputi preeklamsia berat (30,3%), partus lama (21,2%), ketuban pecah dini (18,2%), fetal distress (9,1%), serta persalinan sungsang dan BBLR masing-masing sebesar 3%.
Pada ibu, partus lama meningkatkan risiko terjadinya perdarahan akibat atonia uteri (33%), laserasi jalan lahir (26%), infeksi (16%), kelelahan (15%), dan syok (10%). Kejadian partus lama dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain letak janin yang tidak normal, kelainan panggul, kelainan his (kontraksi), kesalahan dalam pimpinan persalinan, janin besar, kelainan kongenital, grandemultipara, serta ketuban pecah dini. Apabila kondisi ini tidak ditangani secara tepat, dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin. Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu diperlukan tindakan operatif sebagai upaya penyelamatan (Wahyuni et al., 2025).
Persalinan kala I lama meningkatkan kecenderungan berakhir dengan tindakan Sectio Caesarea (SC) karena adanya hambatan kemajuan persalinan yang dapat meningkatkan risiko gawat janin, infeksi, kelelahan ibu, perdarahan postpartum, hingga ruptur uteri apabila tidak segera ditangani. Jika tidak terdapat kemajuan persalinan atau kondisi ibu maupun janin memburuk, SC menjadi pilihan yang lebih aman. Penelitian di RSIA Kabupaten Karanganyar menunjukkan bahwa dari 80 ibu dengan kala I lama, sebanyak 46 ibu (57,5%) menjalani SC, sedangkan 34 ibu (42,5%) melahirkan secara pervaginam. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh kasus kala I lama memerlukan tindakan SC untuk mengakhiri persalinan secara aman (Suwarnisih, Anggraini and Hastutik, 2024).
Usia ibu juga merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menentukan metode persalinan. Ibu dengan usia berisiko, yaitu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, memiliki kecenderungan lebih tinggi menjalani persalinan melalui SC dibandingkan ibu yang berusia 20–35 tahun. Pada usia lebih dari 35 tahun terjadi proses penuaan pada sistem reproduksi yang menyebabkan elastisitas serviks, jaringan panggul, dan otot uterus menurun sehingga kontraksi uterus cenderung kurang efektif dan kemajuan persalinan lebih mudah terhambat. Selain itu, ibu usia ≥35 tahun lebih sering mengalami komplikasi obstetri, seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes melitus gestasional, plasenta previa, solusio plasenta, ketuban pecah dini, disfungsi kontraksi uterus, hingga gawat janin. Kondisi-kondisi tersebut meningkatkan risiko persalinan lama, kegagalan persalinan pervaginam, serta indikasi dilakukannya tindakan SC untuk menjaga keselamatan ibu dan janin (Putri et al., 2026).
Meskipun persalinan dengan SC bertujuan untuk menyelamatkan ibu dan janin, prosedur ini menyebabkan kehilangan darah lebih banyak dibandingkan dengan persalinan pervaginam sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia postpartum. Kondisi tersebut terjadi karena SC merupakan tindakan pembedahan melalui sayatan pada dinding abdomen dan dinding uterus yang secara alami mengakibatkan kehilangan darah selama proses operasi. Kehilangan darah yang signifikan dapat menurunkan kadar hemoglobin secara drastis hingga menyebabkan anemia pascapersalinan, yaitu kadar Hb <11 g/dL pada minggu pertama. Studi multicenter di Indonesia (2019–2023) menunjukkan sekitar 45–65% ibu mengalami anemia setelah perdarahan postpartum (Rinaldy et al., 2024).
Upaya penanganan anemia postpartum perlu dilakukan secara tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan kondisi ibu setelah melahirkan. Penatalaksanaan meliputi deteksi dini melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), pemberian suplementasi zat besi, asam folat, dan vitamin, pemenuhan asupan nutrisi yang adekuat, serta pemantauan kondisi ibu selama masa nifas. Pada kasus anemia berat dengan kadar Hb <7 g/dL atau disertai kondisi klinis tertentu, ibu memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan dapat diberikan transfusi darah sesuai indikasi medis. Penatalaksanaan yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kadar hemoglobin, mencegah komplikasi, serta mempercepat proses pemulihan kesehatan ibu postpartum (Manik et al., 2025)
Selain memperhatikan kondisi ibu, asuhan terhadap bayi baru lahir juga merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan persalinan dengan riwayat kala I lama. Meskipun tidak semua bayi mengalami komplikasi, kala I lama dapat meningkatkan risiko terjadinya asfiksia, gangguan adaptasi pernapasan, maupun komplikasi neonatal lainnya. Oleh karena itu, bayi baru lahir tetap memerlukan penilaian awal dan pemantauan secara menyeluruh untuk memastikan proses adaptasi berlangsung normal serta mendeteksi secara dini apabila muncul tanda-tanda komplikasi (Wardani & Asmara, 2021).
Sebagai upaya mendukung hal tersebut, pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif menjadi strategi penting yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pemerintah juga menekankan pentingnya pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan melalui program keluarga berencana, serta penurunan risiko komplikasi melalui pelayanan antenatal yang berkualitas dan persalinan yang bersih serta aman. Selain itu, penanganan komplikasi dilakukan melalui penyediaan pelayanan obstetri dan neonatal esensial, baik dasar maupun komprehensif. Dengan demikian, asuhan kebidanan komprehensif tidak hanya bertujuan menjaga keselamatan ibu, tetapi juga menjamin kesehatan bayi sejak dalam kandungan hingga masa tumbuh kembang, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera.
Berdasarkan data yang tercatat di Puskesmas Wonopringgo sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat masih ditemukan ibu hamil dengan faktor risiko kehamilan, yaitu usia ≥ 35 tahun sebesar 26% dan risiko paritas sebesar 5%. Sementara itu, berdasarkan catatan medis di RSUD Kajen pada bulan Januari 2026, terdapat 133 kasus persalinan dengan SC. Adapun penyebabnya didominasi oleh preeklampsia sebesar 28%, diikuti ketuban pecah dini (KPD) 27%, riwayat sectio caesarea 20%, kala I lama 14%, serta CPD sebesar 11%.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N di Desa Galang Pengampon wilayah kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 dengan tujuan mencegah terjadinya komplikasi serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi.
Abdullah, V.I., Khairani, F., Ermasari, A., Farida, Ecih, W., et al. (2025) Manajemen Kebidanan: dari Asuhan Kehamilan Hingga Persalinan, Get Press Indonesia. Edited by Oktavianis. Padang, Sumatra Barat: GET PRESS INDONESIA.
Abdullah, V.I., Khairani, F., Ermasari, A., Farida, Winengsih, E., et al. (2025) Manajemen Kebidanan, Get Press Indonesia. Edited by Oktavianis. Padang, Sumatra Barat: GET PRESS INDONESIA.
Amaliyah, S. et al. (2025) “Asuhan Kebidanan Berkelanjutan dengn Pemberian Buah Pepaya untuk Mencegah Konstipasi Kehamilan Trimester III (Studi Kasus Pasien Ny. P di TPMB Kuswatiningsih Sleman,” VI(2), pp. 25–33.
Ani, M. et al. (2023) DASAR-DASAR ILMU KEBIDANAN. Edited by M.J.F. Sirait. Yayasan Kita Menulis.
Azhari, A.S. et al. (2024) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi Balita dan Anak Pra-Sekolah, Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Penerbit Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta. Available at: https://books.google.co.id/books/about/Asuhan_Kebidanan_Kehamilan.html?id=rC7ZDwAAQBAJ&redir_esc=y.
Devi, T.E.R. (2019) Asuhan Kebidanan Kehamilan. Edited by A. Suslia. Jakarta: Salemba Medika.
Ernawati et al. (2023) Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Jilid I. Edited by M.B. Karo, Y.D. Lestari, and R.P. N. Penerbit Rena Cipta Mandiri.
Fathony, Z. et al. (2022) “Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin,” Penyuluhan Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin, 4(2), pp. 109–117.
Febriani, D.T., Maryam and Nurhidayah (2022) “ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. I UMUR 35 TAHUN DENGAN KEHAMILAN PRIMI TUA Dea,” Indonesian Journal of Health Science, 77–82.
Fitriani, A. et al. (2022) Buku Ajar Asuhan Kehamilan D III Kebidanan. Edited by T.M. Group. Jakarta Selatan: PT Mahakarya Citra Utama Group.
Gunawan, F., Handayani, R.N. and Sundari, R.I. (2022) “Pengaruh Pemberian Tramadol terhadap Pencegahan Terjadinya Shivering pada Spinal Anestesi Di RSUD Taman Husada Bontang,” Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) [Preprint].
Handayani, F. and Fauziah, W. (2022) “Determinan Kejadian Ibu Hamil Risiko Tinggi Berdasarkan Karakteristik di Rumah Sakit Daerah Subang,” 4(2), pp. 196–205.
Handayani, P. and Hamidah, S. (2024) “Pengaruh Mobilisasi , Nutrisi , Hygiene Luka Terhadap Penyembuhan Luka Fase Poliferasi Post Sectio Caesarea IJMT?: Jurnal Kebidanan ? 77 Data dari Riset Kesehatan Dasar Republik Menurut penelitian Neneng Sumiati IJMT?: Jurnal Kebidanan ? 78,” 3(2), pp. 77–87.
Hanifah, A.Y., Putri, D.E. and Widada, N. (2022) “Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Komponen PRC Simpan dengan Interval Penyimpanan 7 Hari di Bank Darah RSUD Budhi Asih,” Binawan Student Journal (BSJ), 4(3), pp. 31–36.
Hapisah et al. (2024) “USIA IBU DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI KEHAMILAN, PERSALINAN, POSTPARTUM DAN KONDISI NEONATAl,” Journal of Telenursing, 6, pp. 2699–2707.
Hasriyana, D. and Surani, E. (2021) “Pentingnya Memberikan Asi Ekslusif Untuk Kehidupan Bayi Dalam Perspektif Islam dan Kesehatan; Literatur Review,” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 8(5), pp. 1435–1448. Available at: https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i5.22241.
Herlina, N. et al. (2025) Asuhan Kebidanan Persalinan. Edited by Sepriaano. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Hutomo, C.S. et al. (2023) Mekanisme dalam Persalinan, Journal GEEJ. Edited by M.J.F. Sirait. Yayasan Kita Menulis.
Kasmiati et al. (2023) Asuhan Kehamilan. Edited by I.A. Putri. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.
Kausar, N., Septriana and Nita, V. (2022) “Metode Persalinan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Di RSIA Yasmin Kota Palangka Raya,” Jurnal Ilmiah kesehatan, 17(4), pp. 285–294.
Khasanah, I.N. et al. (2025) DOKUMENTASI KEBIDANAN. Edited by L.O. Alifariki. Kendari: PT MEDIA PUSTAKA INDO.
Kuswanti, I. and Wulandari, S.R. (2021) “Modul Praktikum Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui.”
Lestari, A.T.B. and Apriasih, H. (2025) “Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Kala I Persalinan Lama: Suatu Kajian Literatur,” Junal Bidan Pintar, 6(2), pp. 745–752.
Lestari, M.A., Ismiati and Antari, G.Y. (2024) “Hubungan Usia dan Paritas dengan Pemilihan Kontrasepsi MOW pada Ibu Nifas,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(4), pp. 3874–3887. Available at: https://j-innovative.org/index.php/Innovative%0AHubungan.
Manik, R. et al. (2025) Patologi Masa Nifas. Edited by L.O. Alifariki. PT MEDIA PUSTAKA INDO.
Manullang, E. veronika et al. (2025) Profil Kesehatan Indonesia 2024. Edited by F. Sibuea. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Mekania, S. (2020) “Indikasi Persalinan Sectio Caesarea Dan Komplikasi Pasca Persalinan Sectio Caesarea,” Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, p. 40. Available at: http://digilib.unisayogya.ac.id.
Mitayakuna, S., Alfira, F. and Siti, F. (2024) “Penyuluhan Ibu Hamil Terhadap Penurunan Angka Risiko Tinggi Dalam Kehamilan,” Jurnal Perak Malahayati?: Pengabdian Kepada Masyarakat, 6, pp. 88–96.
Musmundiroh (2025) “Pemberdayaan Ibu Nifas Terhadap Peningkatan Kadar Hb Melalui Pemberian Buah Naga,” Proficio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), pp. 1–6. Available at: https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4490.
Mutiarasari, Dibba, F. (2022) “Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Fisiologis 2 Jam Post Partum Di BPM Ny. Yuni Widaryanti, Amd. Keb. Desa Sumber Mulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang,” Jorunal STIKES Pemkab Jombang [Preprint].
Nasution, N. et al. (2023) Asuhan Kebidanan Bayi, Balita, dan Anak. Edited by M.J.F. Sirait. Yayasan Kita Menulis.
Ningsih, D.A. et al. (2023) “Pengaruh Birthing Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I,” Journal of Midwifery, 11(1), pp. 8–15.
Nurseha et al. (2024) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui.
Pekalongan, D.K.K. (2024) Profil Kesehatan 2024. Pekalongan: Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Putri, A. setio et al. (2026) “Hubungan Karakteristik Riwayat Persalinan Terhadap Tingkat Sectio Caesarea pada Ibu Bersalin di RSUD Tanjung Pura Langkat Tahun 2023,” Forum Ilmiah dan Diskusi Mahasiswa, 7, pp. 591–599.
Putri, R.D., Rachmawati, F. and Triana, N.K.H. (2022) “Program Pengabdian Kepada Masyarakat pada Ibu Hamil untuk Mengurangi Konstipasi dengan Yogurt di PMB Yanti Supriani Bandar Lampung,” Jurnal Perak Malahayati?: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), pp. 52–58. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.33024/jpm.v4i1.6890.
Putri, V.S. et al. (2025) “Pengaruh Pijat Oksitosin pada Ibu Nifas untuk Meningkatkan Produksi ASI,” Jurnal Kesehatan Amanah, 9(1), pp. 11–20. Available at: https://doi.org/10.57214/jka.v9i1.699.
Rasnaya, D. (2020) Bahaya Hamil di Usia 35 Tahun ke Atas Beserta Solusinya, klik dokter. Available at: https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/bahaya-hamil-di-usia-35-tahun-ke-atas-beserta-solusinya?srsltid=AfmBOormCcl_oIOCMGhbhNMiSvo7OzLkXCTte2UC4yS3dQARX069FM_0.
Rinaldy, A. et al. (2024) “Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Tanda Bahaya Postpartum di RSIA Siti Hawa Padang,” Nusantara Hasana Journal, 3(10), pp. 65–74.
Safitri, N.A. and Syahda, S. (2024) “Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir dengan Ikterus Fisiologis di PMB Nurhayati Air Tiris Tahun 2024,” Evidance Midwifery Journal, 3(4), pp. 43–47. Available at: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/.
Sari, S.P. et al. (2025) Buku Ajar Etika Dan Hukum Kesehatan Kebidanan. Edited by R.B.W. Indrawan and H. Syaukani. Jakarta Barat, DKI Jakarta: PT Optimal Untuk Negeri.
Setiawati, I. and Qomari, S.N. (2023) “Pengaruh Pemberian Telur Rebus Terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Post Sc,” Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 16(1), pp. 56–63. Available at: https://doi.org/10.36760/jka.v16i1.262.
Siagian et al, . (2023) “Hubungan Antara Letak Janin, Preeklampsia, Ketuban Pecah Dini Dengan Kejadian Sectio Caesaria,” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), pp. 1275--1289.
Siagian, N. and Rissnawati (2025) “Fenomena Pemberian Susu Formula pada Bayi Baru Lahir di Ruang Nifas RSUD Harapan Insan Sendawar Kabupaten Kutai Barat,” Jurnal Medika: Karya Ilmiah Kesehatan, 10(1).
Sulistiyowati, A.N. (2024) Konsep Dasar dan Pelayanan Masa Nifas, Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dan Menyusui. Available at: https://repository-penerbitlitnus.co.id/id/eprint/254/1/ASUHAN KEBIDANAN Pada Ibu Nifas dan Menyusui.pdf?utm_source.
Suryaningsih et al. (2022) Buku Ajar Lahir Bayi Baru Lahir DIII Kebidanan Jilid I. Edited by T.M. Group. Mahakarya Citra Utama.
Susanti, S. (2020) “Gambaran Komplikasi Persalinan pada Ibu Hamil dengan Faktor Risiko Usia Terlalu Tua di Puskesmas Cisayong Kabupaten Tasikmalaya,” Journal of Midwifery and Public Health, 2(2), pp. 2685–4007. Available at: https://jurnal.unigal.ac.id/index.php.
Suwarnisih, Anggraini, Y. and Hastutik (2024) “Analisis Lama Persalinan Terhadap Kejadian Sectio Caesarea,” Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 15(2), pp. 272–277. Available at: https://doi.org/10.26751/jikk.v15i2.2393.
Wahyuni et al. (2022) Penyakit Akibat Kegawatdaruratan Obstetri. Edited by A. Karim. Yaya.
Wahyuni, D.R.Y. et al. (2025) “Hubungan Metode Birth Ball Terhadap Lama Persalinan Kala 1 Fase AKtif di Klinik Pratama Bidan Deliana Tahun 2025,” Ensiklopedia of Journal, 8(1), pp. 142–150. Available at: http://jurnal.ensiklopediaku.org.
Wardani, R.A. and Rosyidah, N.N. (2025) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan. Dian Husad. Edited by E.A. Cahyono. Mojokerto: Dian Husada Press.
Yulivantina, E.V. et al. (2024) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Jakarta: Mahakarya Citra Utama.
Zunaidi, M., Purwadi and Nasyuha, A.H. (2022) “Analisis K-Nearest Neighbour d alam Mendiagnosa Grandemultipara,” Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON), 3(4), pp. 405–409. Available at: https://doi.org/10.30865/json.v3i4.4120.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |