Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Kunjungan

Web Analytics

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. K DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOHARJO KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2013


Pengarang : Dessy Kurniawati, Nina Zuhana, Fitriya


Kata Kunci   :KEHAMILAN GEMELI DAN BAYI BBLR

Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir harus melalui jalan yang terjal. Terlebih kala itu dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup yang harus dicapai. Hasil sementara data dari Survey Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa AKI sebesar 228 per 100.000 dan AKB 32 per 1.000 kelahiran hidup. Waktu yang tersisa hanya tinggal tiga tahun ini, tidak akan cukup untuk mencapai sasaran itu tanpa upaya-upaya yang luar biasa (Depkes 2013). rnBerbagai upaya memang telah dilakukan untuk menurunkan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan balita. Berbagai upaya tersebut antara lain melalui penempatan bidan di desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), serta penyediaan fasilitas kesehatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas perawatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit (Depkes 2013). rnUpaya terobosan yang paling mutakhir untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) adalah program Jampersal (Jaminan Persalinan) yang digulirkan sejak 2011. Melalui program ini, pada tahun 2012 Pemerintah menjamin pembiayaan persalinan sekitar 2,5 juta ibu hamil yang belum punya jaminan kesehatan agar mereka mendapatkan layanan persalinan oleh tenaga kesehatan dan bayi yang dilahirkan sampai dengan masa neonatal di fasilitas kesehatan. Program yang punya slogan Ibu Selamat, Bayi Lahir Sehat ini diharapkan memberikan kontribusi besar dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir (Depkes 2013). rnUpaya-upaya inovasi yang memiliki daya ungkit yang tinggi harus segera dikedepankan untuk menekan penyebab langsung kematian ibu. Hampir 90% terjadi pada saat persalinan dan segera setelah persalinan. Sedangkan pada bayi, dua pertiga kematian terjadi pada masa neonatal (28 hari pertama kehidupan). Penyebab terbanyak adalah bayi berat lahir rendah dan prematuritas, asfiksia (kegagalan bernapas spontan) dan infeksi (Depkes 2013). rnPenyebab langsung Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 20-50% disebabkan oleh perdarahan yang tidak terkontrol. Perdarahan merupakan salah satu komplikasi dari kehamilan kembar. Kehamilan gemeli (kembar) ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan ini selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Kehamilan kembar ini biasanya mempunyai kecenderungan pada keluarga tertentu, walaupun pemindahan sifat herediter kadang-kadang berlangsung secara paternal, tetapi dapat pula secara maternal (Wiknjosastro 2006, hh. 386-393).rnKehamilan kembar mempengaruhi ibu dan janin, diantaranya adalah kebutuhan akan zat-zat ibu bertambah. Sehingga dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain. Pengaruh terhadap janin yaitu usia kehamilan semakin pendek dengan semakin banyaknya janin pada kehamilan kembar; kira-kira 25% pada gemeli, 50% pada triplet, 75% pada kuadruplet, yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. Jadi kemungkinan terjadinya bayi prematur akan tinggi (Saifuddin 2010, h. 254). rnKehamilan kembar sangat penting diidentifikasi sejak dini. Kemungkinan suatu kehamilan kembar dapat diketahui sejak usia kehamilan 5 minggu. Kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila diinginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin. (Saifuddin 2010, h. 254). Diagnosis awal memungkinkan calon orang tua mengadakan persiapan untuk lebih dari satu anak dan mengingatkan dokternya akan masalah-masalah kehamilan kembar. Wanita dengan kehamilan kembar berisiko tinggi mengalami preeklampsia. Hal ini biasanya disebabkan oleh peningkatan massa plasenta dan produksi hormon. Oleh karena itu, akan sangat membantu jika ibu dan anggota keluarganya dilibatkan dalam mengamati gejala yang berhubungan dengan preeklampsia. Observasi cermat yang perlu dilakukan adalah pengukuran tekanan darah, kenaikan berat badan, proteinuria, edema, selain nyeri kepala dan skotomata (Varney 2006, h. 632).rnPersalinan dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi dari pada persalinan satu janin (tunggal). Semakin banyak janin yang dikandung ibu, semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu. Oleh karena itu, bidan harus menangani persalinan pada wanita hamil kembar hanya di rumah sakit dan berkolaborasi dengan dokter kandungan (Varney 2007, h. 821). Sebanyak 10% pasien dengan kehamilan ganda terjadi partus preterm. Secara umum kehamilan ganda mempunyai panjang usia gestasi yang lebih pendek. (Wiknjosastro 2006, h. 314).rnBila persalinan preterm harus terjadi maka ada beberapa pertanyaan yang timbul berhubungan dengan bayi preterm, cara persalinan, dan komplikasi yang akan timbul. Kelahiran preterm merupakan masalah nasional yang kompleks dan perlu pemecahan yang konseptual. Secara mikro perlu ada program yang komprehensif di tiap klinik untuk mencegah kelahiran preterm. Ibu sebaiknya dirujuk ke fasilitas yang mampu menangani resusitasi, stabilisasi, serta perawatan bayi preterm dengan evaluasi terus menerus guna mengurangi mortalitas dan morbiditas bayi preterm (Wiknjosastro 2006, hh. 316-317). rnPada ibu masa nifas dengan kehamilan gemeli dapat terjadi perdarahan post partum karena atonia uteri. Atonia uteri dapat terjadi sebagai akibat dari pembesaran uterus yang berlebihan pada waktu hamil (gemeli), dan anestesi lumbal pada seksio sesarea (Wiknjosastro 2006, h. 653). Sehingga ibu dengan kehamilan gemeli harus bersalin di rumah sakit, dengan fasilitas yang baik agar mendapat penanganan yang sesuai.rnPuskesmas Purwoharjo adalah salah satu fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang. Di Puskesmas ini terdapat beberapa kategori ibu hamil, salah satunya adalah kehamilan dengan faktor resiko. Kehamilan dengan faktor resiko adalah suatu keadaan atau ciri tertentu pada ibu hamil yang dapat menyebabkan resiko atau bahaya kemungkinan terjadinya komplikasi persalinan. Kelompok faktor resiko ini salah satunya dalah kehamilan kembar. Pada tahun 2012 terdapat 1 kehamilan kembar dari 544 jumlah target ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoharjo.rn

Referensi

-


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email [email protected]
Alamat Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 7832294
Tahun 2013
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia