Latar Belakang: Perubahan gaya hidup akibat kemajuan teknologi mendorong remaja menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas sedentary sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku sedentary lifestyle dengan tingkat risiko kejadian diabetes melitus tipe II pada remaja di SMA Negeri 1 Kedungwuni.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 164 siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Kedungwuni yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Perilaku sedentary diukur menggunakan kuesioner ASAQ dan tingkat risiko diabetes dinilai menggunakan kuesioner risiko diabetes tipe II untuk remaja dan dewasa muda. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 15-16 April 2026. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank dengan tingkat kemaknaan 95% (?=0,05).
Hasil: Responden memiliki perilaku sedentary tinggi sebanyak 75 siswa (45,7%) dan sebanyak 153 siswa (93,3%) tidak berisiko diabetes. Hasil uji korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentary lifestyle dengan tingkat risiko kejadian diabetes melitus tipe II dengan nilai signifikasi p <0,021.
Simpulan: Ada hubungan perilaku sedentary lifestyle dengan tingkat risiko kejadian
diabetes melitus tipe II pada remaja, oleh karena itu diharapkan remaja tetap menerapkan
gaya hidup sehat dengan membatasi waktu sedentary yang berlebihan.
Background: Lifestyle changes due to technological advances encourage adolescents to spend more time on sedentary activities, such as studying, using gadgets, and screen-based entertainment, potentially increasing the risk of impaired glucose metabolism. This condition raises questions about the relationship between sedentary lifestyle behavior and the risk level of type II diabetes mellitus in adolescents. This study aims to analyze the correlation between sedentary lifestyle behavior and the risk level of type II diabetes mellitus in adolescents at Senior High School 1 Kedungwuni.
Methods: This study used a correlation design with a cross-sectional approach. A sample of 164 students in grades X and XI at Senior High School 1 Kedungwuni was selected using the cluster random sampling technique. Sedentary behavior was measured using an ASAQ questionnaire, and diabetes risk level was assessed using a type II diabetes risk questionnaire for adolescents and young adults that had met the validity and reliability tests. Data collection will be carried out in April 2026. Data analysis used a spearman rank correlation test with a significance level of 95% (?=0.05) to determine the correlation between sedentary lifestyle behavior and the risk level of type II diabetes.
Results: Respondents had high sedentary behaviors, as many as 75 students (45.7%), and as many as 153 students (93.3%) were not at risk of diabetes. The results of the spearman rank correlation test showed that there was a significant correlation between sedentary lifestyle behavior and the risk of type II diabetes mellitus, with a significance value of p <0,021.
Conclusion: There is a correlation between sedentary lifestyle behavior and the risk of type II diabetes mellitus in adolescents; therefore, it is expected that adolescents continue to adopt a healthy lifestyle by limiting excessive sedentary time.
Ahmad, F., & Bialangi, S. (2021). Sedentari terhadap kejadian diabetes melitus relationship of family history and sedentari behavior to the incidence of diabetes mellitus. Jambura Journal, 3(1), 103–114.
Ambarita, D. D. L., Prabawati, D., & Hidayah, A. J. (2022). Hubungan gaya hidup sedentary terhadap kejadian tinggi prediabetes di wilayah kerja puskesmas johar baru. Jurnal Ilmiah Keperawatan Stikes Hang Tuah Surabaya, 17(1), 1–5. https://doi.org/10.30643/jiksht.v17i1.146
American Diabetes Association. (2018). Standar of medical care in diabetes.
Anggreni, D. (2022). Metodologi penelitian kesehatan. STIKes Majapahit Mojokerto.
Dharma, K. K. (2016). Metodologi penelitian keperawatan panduan melaksanakan dan menerapkan hasil penelitian. CV. Trans Info Media.
Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. (2024). Data SPM pelayanan kesehatan dengan diabetes melitus 2024. Retrieved September 18, 2025 from Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Donsu, J. D. T. (2016). Metodologi penelitian keperawatan. PT Pustaka Baru.
Etika, A. N., Novita, Y. L., Yunalia, E. M., & Prayogi, I. S. (2023). Dampak akun media sosial terhadap perilaku sedentary pada mahasiswa keseharan. Holistic Nursing and Helath Science, 6(2), 76-82.
Gafar, A., & S. (2023). Peranan remaja dengan konsep basimpuah dan baselo dalam pencegahan risiko HIV/AIDs.
Hamdanah, & S. (2022). Remaja dan dinamika; tinjauan psikologi dan pendidikan. K-Media.
Hermayudi, A. P. A. (2017). Metabolik endokrin (1st ed). Nuha Medika.
Hidayat, A. A. A. (2018). Metodologi penelitian keperawatan dan kesehatan. Salemba Medika.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2023). Diabetes melitus pada anak dan remaja. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/diabetes-mellitus pada-anak-dan-remaja International Diabetes Federation. (2021).
IDF diabetes atlas 10th edition. http://diabetesatlas.org/
Inyang, Stella M. P. (2016). Sedentary lifestyle: health implications. 4(2):20–5.
Kementrian Kesehatan RI. (2024). Faktor risiko diabetes melitus. P2ptm kemenkes.
Kementrian Kesehatan RI. (2018). Proporsi aktivitas fisik menurut kelompok umur. https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/proporsi-aktivitas-fisik-menurut kelompok-umur-2018-1562818582#
Kementrian Kesehatan RI. Remaja: ayo sehat kemenkes. Diakses pada 20 September 2025. https://ayosehat.kemkes.go.id/kategori-usia/remaja
Kendek, K., Haskas, Y., & Abrar, E. A. (2023). Hubungan selfcare dengan quality of life serta screening risiko ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus tipe 2. JIMPK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 3(2), 89–95.
Kurniawan, A., & Sari, D. (2025). Hubungan gaya hidup sedentary pada risiko diabetes melitus tipe 2 generasi Z: Literatur review. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 2(1), 1-2.
Mandriyarini, R., Sulchan, M., & Nissa, C. (2017). Sedentary lifestyle sebagai faktor risiko kejadian obesitas pada remaja SMA Stunted di Kota Semarang. Journal of nutrition college, 6(2), 149-155.
Manto, M., Amaliah, N., & Tjomiadi, T. (2025). Sedentary lifestyle dengan risiko diabetes melitus tipe 2 pada remaja di SMPN 27 Banjarmasin. Pustaka Keperawatam, 3(2), 1-9.
Masriadi, Baharuddin, A., & S. (2021). Metodologi penelitian (kesehatan, kedokteran dan keperawatan) (1st ed). CV. Trans Info Media.
Mawarpury, M., Maulana, H., Khairani, M., Fourianalistyawati, E. (2021). Kesehatan mental di Indonesia. Syiah Kuala University Press.
Noor, I. H., Nisa, M. A., dkk. (2024). Buku Ajar Gizi. Uwais Inspirasi Indonesia.
Notoatmodjo, S. (2018). Metode penelitian kesehatan. Rikena Cipta.
Prastiyo, A. (2025). Gambaran faktor risiko diabetes melitus pada remaja di pondok pesantren international muhammadiyah boarding school miftahul ulum pekajangan. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.
Rahma, E. N., & Wirjatmadi, B. (2020). Hubungan antara aktivitas fisik dan aktivitas sedentari dengan status gizi lebih pada anak sekolah dasar. Amerta Nutrition, 4(1), 79. https://doi.org/10.20473/amnt.v4i1.2020.79-84
Rendi, M. C., & TH, M. (2019). Asuhan keperawatan medikal bedah dan penyakit dalam (4th ed). Nuha Medika.
Riyanto A. (2017). Aplikasi metodologi penelitian kesehatan. Nuha Medika.
Rosdiana, D.S., Astuti, W., Insani, H.M., Fauza, A., Prameswari, F. S. (2023). Gizi dalam daur kehidupan: gizi remaja. CV. Bayfa Cendekia Indonesia.
Salim, S., Khasanah, U., & Sunaryo, S. (2025). Hubungan gaya hidup sedentary dengan risiko diabetes melitus tipe 2 pada siswa SMA Negeri 8 kota Cirebon. Jurnal Kesehatan Jompa, 4(1), 1-10.
Sanjaya, L.R., & Setiawan, Y. (2024). Faktor risiko diabetes melitus tipe II pada remaja. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 8(1), 66-73. https://doi.org/10.33862/citradelima.v8i1.395
Satriya Pranata, D. U. K. (2017). Merawat penderita diabetes melitus (1st ed).
Setyawan, D. A. (2022). Buku ajar statistika kesehatan analisis bivariat pada hipotesis penelitian (W. S. Athanasia Budi Astuti (ed.); 1st ed.). Penerbit Tahta Media Group.
Scandiffio, J, A., & Janssen, I. (2021). Do adolescent sedentary behavior levels predict type 2 diabetes risk in adulthood?. BMC Public Health, 21(1). https://doi.org/10.1186/s12889-021-10948-w
Sriati, A., Hendrawati, S., & Aprilia, R. (2020). Tingkat kecanduan media sosial pada remaja. Journal of Nursing https://jurnal.unpad.ac.id/jnc/article/view/26928 Care, 3(1)
Sucipto, C. D. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Gosyen Publisher. 41–53.
Sudarmanto, E. et al. (2021). Desain penelitian: pendekatan kuantitatif. Yayasan Kita Menulis.
Sugiyono, & Puspandhani, M. E. (2020). Metode penelitian kesehatan. Alfabeta.
Suiraoka, IP. (2019). Penyakit degeneratif. Yogyakarta. Nuha Medika.
Sulastri. (2022). Buku pintar perawatan diabetes melitus. CV trans info media.
Suryati., Asmanidar., Manalu, T. A., Azhar, B., Sumara, R. F. (2025). Diabetes mellitus dan pencegahan komplikasi. Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta.
Swarjana, K. (2016). Statistik kesehatan (1st ed). Penerbit ANDI.
Ulya, N., Zanetha, A., Sibuea, E., Purba, S. S., Ikka, A., & Herbawani, C. K. (2023). Analisis faktor risiko diabetes pada remaja Indonesia. Jurnal Kesehatan Tambusai,4(3),2332–2341. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.16210
Widagdo, W., Mumpuni., Tambun, M. Y. (2024). Diabetes mellitus dan remaja: langkah cerdas untuk pencegahan.
World Health Organization (WHO). (2020). Adolescent https://www.who.int/southeastasia/health-topics/adolescent-health
Yahya, A. A., Arsin, A. A., & Ayu, R. D. (2024). Faktor risiko diabetes melitus tipe II pada remaja di Puskesmas Layang dan Puskesmas Antara. Jurnal Mitrasehat, 14(2).
Yan, F., Cha, E. S., Lee, E. T., Mayberry, R. M., Wang, W., & Umpierrez, G. (2016). A self-assessment tool for screening young adults at risk of type 2 diabetes using strong heart family study data. Diabetes Educator, 42(5), 607–617. https://doi.org/10.1177/0145721716658709
Yudho, N. K. (2025). Diabetes ancaman nyata generasi muda. Ayo sehat kementerian kesehatan RI. ancaman-nyata-generasi-muda https://ayosehat.kemkes.go.id/diabetes
Yuniarahma Dwi. (2023). Hubungan perilaku sedentari dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SDN Mekarsari 09 Tambun Selatan.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |