JUARA 2 NOMOR 50 METER GAYA DADA S13 PUTRA CABANG OLAHRAGA RENANG PEKAN PARALIMPIK NASIONAL (PEPARNAS) TAHUN 2024
Kata Kunci   :Peparnas, Renang Adaptif, Atlet Disabilitas, Pelatda, S13, Prestasi Olahraga
PEKAN PARALIMPIK NASIONAL XVII 2024 SOLO
Laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk rekognisi prestasi non-akademik penulis pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Solo, Jawa Tengah, pada cabang olahraga renang nomor 50 meter gaya dada putra klasifikasi S13. Peparnas merupakan ajang kompetisi olahraga nasional tertinggi bagi atlet penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia). Dalam mengikuti ajang tersebut, penulis menjalani rangkaian proses pembinaan yang meliputi seleksi daerah, pemusatan latihan daerah (Pelatda), latihan teknik dan fisik, time trial, sparring, serta evaluasi berkelanjutan oleh pelatih dan tim pendukung. Program Pelatda dilaksanakan secara terstruktur dan disesuaikan dengan klasifikasi serta kebutuhan individu atlet, mencakup aspek fisik, teknik, mental, dan sosial. Melalui proses pembinaan tersebut, penulis mampu tampil kompetitif dan berhasil meraih medali perak pada nomor 50 meter gaya dada putra S13, yang mencerminkan efektivitas program pembinaan, konsistensi latihan, serta dukungan dari keluarga, pelatih, dan NPCI Kabupaten Pekalongan. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai proses pembinaan atlet renang adaptif serta peran Peparnas sebagai wadah pengembangan prestasi dan inklusivitas olahraga disabilitas di Indonesia.
PEKAN PARALIMPIK NASIONAL XVII 2024 SOLO
Laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk rekognisi prestasi non-akademik penulis pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024 di Solo, Jawa Tengah, pada cabang olahraga renang nomor 50 meter gaya dada putra klasifikasi S13. Peparnas merupakan ajang kompetisi olahraga nasional tertinggi bagi atlet penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia). Dalam mengikuti ajang tersebut, penulis menjalani rangkaian proses pembinaan yang meliputi seleksi daerah, pemusatan latihan daerah (Pelatda), latihan teknik dan fisik, time trial, sparring, serta evaluasi berkelanjutan oleh pelatih dan tim pendukung. Program Pelatda dilaksanakan secara terstruktur dan disesuaikan dengan klasifikasi serta kebutuhan individu atlet, mencakup aspek fisik, teknik, mental, dan sosial. Melalui proses pembinaan tersebut, penulis mampu tampil kompetitif dan berhasil meraih medali perak pada nomor 50 meter gaya dada putra S13, yang mencerminkan efektivitas program pembinaan, konsistensi latihan, serta dukungan dari keluarga, pelatih, dan NPCI Kabupaten Pekalongan. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai proses pembinaan atlet renang adaptif serta peran Peparnas sebagai wadah pengembangan prestasi dan inklusivitas olahraga disabilitas di Indonesia.
Referensi
Arhesa, S. (2020). Buku Jago Renang (S. Arhesa, Ed.; 1 ed., Vol. 1). Cemerlang.
PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA ADAPTIF. (t.t.).
Sebelas, U., & Surakarta, M. (1949). OLAHRAGA BAGI ATLET DIFABEL Waluyo. 51–63.
Utomo, U., Supriyati, Y., & Akbar, M. (2020). The Evaluation of Swimming Sports Coaching Programs for Disabled Athletes in The National Paralympic Committee. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(4), 544. https://doi.org/10.17977/jptpp.v5i4.13410
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |