PENERAPAN MENGKONSUMSI MINUM AIR HANGAT SEBELUM PEMBERIAN NEBULIZER TERHADAP PENINGKATAN KELANCARAN JALAN NAPAS PADA PASIEN ANAK DENGAN BRONKOPNEMONIA
DI RUANG AMARILIS 2 RSUD dr. ADHYATMA, MPH TUGUREJO
Karya Ilmiah Akhir Ners
Disusun oleh:
Fiky Assafei
202502040081
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
2026
PENERAPAN MENGKONSUMSI MINUM AIR HANGAT SEBELUM PEMBERIAN NEBULIZER TERHADAP PENINGKATAN KELANCARAN JALAN NAPAS PADA PASIEN ANAK DENGAN BRONKOPNEMONIA DI RUANG AMARILIS 2 RSUD dr. ADHYATMA, MPH TUGUREJO
Diajukan Guna Untuk Memenuhi Mata Kuliah
Karya Ilmiah AkhirNers
Disusun oleh:
Fiky Assafei
202502040081
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PEKAJANGAN PEKALONGAN
2026
Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Juli, 2026
ABSTRAK
Fiky Assafei1, Aida Rusmariana2, Dwi Haryanti3
Penerapan Mengkonsumsi Minum Air Hangat Sebelum Pemberian Nebulizer Terhadap Peningkatan Kelancaran Jalan Napas Pada Pasien Anak Dengan
Bronkopnemonia Di Ruang Amarilis 2 RSUD Dr. Adhyatma, Mph Tugurejo
Latar Belakang: Bronkopneumonia pada anak sering menyebabkan penumpukan sekret kental yang menghambat jalan napas, memicu sesak, batuk berdahak, serta bunyi napas ronkhi. Meskipun terapi nebulizer biasa digunakan, efektivitasnya sering terhambat oleh dahak yang terlalu kental. Minum air hangat merupakan terapi nonfarmakologis yang sederhana dan mudah didapat serta dapat membantu melancarkan sistem pernapasan serta meningkatkan efektivitas nebulizer.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan mengkonsumsi minum air hangat sebelum pemberian nebulizer terhadap peningkatan kelancaran jalan napas pada pasien anak dengan Bronkopnemonia.
Metode: Penelitian studi kasus ini melibatkan seorang pasien anak (An. B) dengan diagnosis bronkopneumonia. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan memberikan 200 ml air hangat (suhu 38–40°C) selama 5 menit sebelum nebulizer. Evaluasi mencakup batuk efektif, produksi sputum, bunyi ronkhi, frekuensi napas (RR), dan saturasi oksigen (SpO2).
Hasil: Setelah tiga hari intervensi, terjadi peningkatan kelancaran jalan napas yang signifikan. Batuk efektif meningkat, produksi sputum dan bunyi ronkhi menurun. Frekuensi napas membaik dari 28 kali/menit menjadi 21 kali/menit, dan saturasi oksigen naik dari 98% menjadi 100%.
Simpulan: Pemberian air hangat sebelum nebulizer efektif mengencerkan sekret, mempermudah pengeluaran dahak, dan memperbaiki status respirasi pasien anak dengan bronkopneumonia. Intervensi ini aman, ekonomis, dan dapat dijadikan terapi pendamping yang praktis dalam asuhan keperawatan.
Kata Kunci: Bronkopneumonia, air hangat, nebulizer, bersihan jalan napas, anak, terapi nonfarmakologis
Internship Program in Nursing
Faculty of Health Sciences
University of Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
July, 2026
ABSTRACT
Fiky Assafei1, Aida Rusmariana2, Dwi Haryanti3
The Implementation of Warm Water Consumption Before Nebulizer Administration to Improve Airway Clearance in Pediatric Patients with Bronchopneumonia in the Amarilis 2 Ward of RSUD dr. Adhyatma, MPH Tugurejo
Background: Bronchopneumonia in children frequently causes the accumulation of thick airway secretions, leading to airway obstruction, dyspnea, productive cough, and rhonchi on auscultation. Although nebulizer therapy is commonly used to relieve respiratory symptoms, its effectiveness may be limited by excessively viscous sputum. Drinking warm water is a simple, accessible non-pharmacological intervention that may help improve respiratory function and enhance the effectiveness of nebulizer therapy.
Objective: This study aimed to determine the effectiveness of consuming warm water before nebulizer administration in improving airway clearance among pediatric patients with bronchopneumonia.
Methods: This case study involved a pediatric patient (Patient B) diagnosed with bronchopneumonia. The intervention was implemented over three consecutive days by administering 200 mL of warm water (38–40°C) approximately 5 minutes before nebulizer therapy. Patient outcomes were evaluated based on cough effectiveness, sputum production, the presence of rhonchi, respiratory rate (RR), and oxygen saturation (SpO₂).
Results: After three days of intervention, a significant improvement in airway clearance was observed. Cough became more effective, while sputum production and rhonchi decreased. The respiratory rate improved from 28 breaths/minute to 21 breaths/minute, and oxygen saturation increased from 98% to 100%.
Conclusion: Consuming warm water before nebulizer administration was effective in thinning airway secretions, facilitating sputum expectoration, and improving the respiratory status of pediatric patients with bronchopneumonia. This intervention is safe, cost-effective, and may serve as a practical adjunctive therapy in pediatric nursing care.
Keywords: Bronchopneumonia, warm water, nebulizer, airway clearance, children, non-pharmacological therapy
References: 2015-2025
Afifi, J. (2015). Awas Mati Muda. Yogyakarta: Saufa.
Askar, M. (2018). Buku Ajar Praktik Keperawatan Pediatrik. Makassar: Unit Penelitian Politeknik Kesehatan Makassar.
Aslinda, Veronica purba, E. R., & Ngii, Y. (2024). Dasar Keperawatan Anak. Purbalingga: Eurika Medika Aksara.
Eltrikanawati, T., Nurjanah, U., Ifadah, E., Arini, D., & Suryani, L. (2023). Tindakan Keperawatan Pada Sistem Respirasi, Kardiovaskular dan Hematologi. Jambi: Anggota IKAPI.
Hasanudin, M. R., janah, E. N., Hediyanto, W., & Silahudin, M. (2024). Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan Bronkopneumonia di Ruang Palm RSUD Dr.Soeselo Kabupaten Tegal. Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran.
Inli, D. F., & Sudarmanto. (2024). Diagnosis dan Tatalaksana Bronkopnemonia Pada Bayi Laki-laki Berusia 2,5 Bulan. Proceeding Of Thalamus , 282-295.
Kartini, Oktalina, R., & Novianti, S. W. (2024). Asuhan Keperawatan Anak Dengan Pendekatan 3S. Purbalingga: Eureka Media Aksara.
Kemenkes RI. (2024, September 30). Mengenal Penyakit Bronkopeneumonia. Retrieved from Kementrian Kesehatan: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3684/mengenal-penyakit-bronkopneumonia
Kusumaningsih, F. S., Purwati, N. H., Retnani, A. D., Murniati, & Oktarina, N. D. (2025). Buku Ajar Keperawatan Anak. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia.
Perdana, L. B., & Cahyaningrum, E. D. (2025). Efektivitas Terapi Nebulizer terhadap Bersihan Jalan Napas Anak dengan Bronkopneumonia. Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 268-275.
purnama, F., salam, L. N., & Mahmud, Y. (2025). Implementasi Pemberian Air Hangat Untuk Mengencerkan Dahak Pada Anak Dengan Bronkopneumonia. Jurnal Madising na Maupe (JMM), 235-239.
Putri, S. E., & Amalia, D. (2023). Bronkopnemonia. Jurnal Medika Nusantara, 134-145. doi: https://doi.org/10.59680/medika.v1i3.403
R. G., Tarigan, F. K., & Sitanggang, R. M. (2021). Pengaruh Mengkonsumsi Air Hangat Sebelum Pemberian Nebulizer Terhadap Peningkatan Kelancaran Jalan Napas Pada Pasien Asma Bronkial. Jurnal Kebidanan Kestra (JKK), 110-115.
Safitri, A. S., Safruddin, & Ernasari. (2023). Efektivitas Minum Air Hangat dan Batuk Efektif terhadap Bersihan Jalan Napas Pasien Tuberkulosis. Window of Nursing Journal, 173-182.
Titin. (2024). Hubungan Status Gizi dan Status Imunisasi Terhadap Kejadian Bronkopnemonia pada anak. Indonesia Jurnal of Nursing and Health Sciences, 1-8.
Tonasih, Setyatama, I. P., Sulistyawati, H., Siswati, Amanda Via Maulida, Ari, D. S., & Pasaribu, R. S. (2024). Buku Ajar Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Mahakarya Citra Utama Group.
Widyantari, K. Y., Raharsari, R. T., Cahyaningtyas, A. Y., & Franciska, Y. (2025). Buku Penyakit Yang Lazim Pada Bayi dan Anak Prasekolah. Jakarta: Mahakarya Citra Utama.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| [email protected] | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |