Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Agustus, 2026
ABSTRAK
Novita Nur Emmylia1, Rini Kristiyanti2
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SELF-EFFICACY DENGAN PRAKTIK SELF-CARE PENANGANAN NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN TRADISIONAL DI WILAYAH KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2026
Pendahuluan:
Nyeri menstruasi merupakan masalah yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas, konsentrasi belajar, serta kenyamanan sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian pada remaja putri di pondok pesantren tradisional karena keterbatasan akses informasi dan penanganan kesehatan secara mandiri. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar remaja mengalami nyeri menstruasi, tetapi pengetahuan dan keyakinan diri dalam melakukan perawatan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan self-efficacy dengan praktik self-care penanganan nyeri menstruasi.
Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 188 remaja putri yang mengalami menstruasi dan memenuhi kriteria penelitian, dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dari tiga pondok pesantren berdasarkan wilayah dataran rendah, dataran tinggi, dan pesisir. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan, self-efficacy, dan praktik self-care. Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment pada 30 responden, dengan 7 dari 14 item pengetahuan, 10 item self-efficacy, dan 9 dari 12 item self- care dinyatakan valid. Reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Analisis data meliputi univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan α=0,05. Hasil:
Penelitian melibatkan 188 remaja putri. Sebagian besar responden memiliki tingkat self-efficacy sangat tinggi (62,8%), sedangkan praktik self-care penanganan nyeri menstruasi sebagian besar berada pada kategori kurang (68,6%). Uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik self-care (ρ=0,074; p=0,314). Demikian pula, tidak terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan praktik self-care (ρ=0,018; p=0,804).
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan dan self-efficacy tidak berhubungan signifikan dengan praktik self-care, sehingga diperlukan edukasi kesehatan reproduksi dan dukungan lingkungan pesantren.
Kata Kunci: Pengetahuan; Self-efficacy; Self-care; Nyeri Menstruasi; Remaja Putri; Pondok Pesantren Tradisional
Aprilla, N., & Zurrahmi, Z. R. (2021). Hubungan status gizi dan umur menarche dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMAN 2 Bangkinang Kota tahun 2020. Jurnal NERS: Research & Learning in Nursing Science,5(23), 32–37.
Apriliani, P. E., Wathan, F. M., Dhamayanti, R., & Arif, A. (2024). Faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 4 Banyuasin III. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(1), 45–53.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.
Cross, D., & Bagi, S. (2024). Bidang kebidanan. BIDANG KEBIDANAN, 1(1),18–25.
De Sanctis, V., Soliman, A. T., Elsedfy, H., Soliman, N., El Kholy, M., & Elsheikh, A. (2020). Prevalence, attitude, and practice of self-medication among adolescents and the paradigm of dysmenorrhea self-care management in different countries. Acta Bio Medica: Atenei Parmensis,91(1), 182–192. https://doi.org/10.23750/abm.v91i1.9242
Erpolat, Ö. P., et al. (2019). The comparison of breast cancer in the young and elderly patients. Turkish Journal of Oncology, 34(3), 179–188. https://doi.org/10.5505/tjo.2019.1981
Fahmiah, N. A., Huzaimah, N., & Hannan, M. (2022).
Dismenorea dan dampaknya terhadap aktivitas sekolah pada remaja. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 3(1), 81–87.
Fasya, A., Arjita, I. P. D., Pratiwi, M. R. A., & Andika, I. B. Y. (2022). Hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 12(3), 511–526.
Fisioterapi, S., et al. (2017). Pengaruh massage effleurage terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri.
Husodo, B. T., Handayani, N., & Purnamawati, U. V. A. (2021). Media edukasi promosi kesehatan melalui film dalam menumbuhkan pengetahuan, sikap,dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 245–250. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i2.28846
Indah, F., & Susilowati, T. (2022). Gambaran dismenorea saat aktivitas belajar di ruang kelas pada siswi SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian, 1(9), 459–465.
Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Populasi dan sampling (Kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (Kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Edukasi Tambusai, 7, 26320–26332.
Kadek, N. I., & Kurnia, R. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore di SMA Negeri 1 Abiansemal.
Khansa, N., Handayani, S., & Setyoboedi, B. (2021). Perbandingan tingkat pengetahuan tentang self-care dismenore pada remaja putri. Jurnal ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 12(2), 516–525. https://doi.org/10.35966/ilkes.v12i2.217
Kunselman, A. R. (2024). A brief overview of pilot studies and their sample size justification. Fertility and Sterility, 121(6), 899–901.https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2024.01.040
Lee, M. S., et al. (2018). Aromatherapy for managing pain in primary dysmenorrhea: A systematic review of randomized placebo-controlled trials. Journal of Clinical Medicine, 7(11), Article 434.https://doi.org/10.3390/jcm7110434
Lestari, W., et al. (2025). Self-efficacy of adolescent girls in dealing with primary dysmenorrhea. Journal of Nursing and Public Health, 12, 101–105.
Luqyana, F. (2025). Hubungan self-efficacy dengan self-care management pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rangkasbitung.Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(3), 698–708.
Lusida, N. (2025). Perilaku swamedikasi nyeri menstruasi pada remaja putri: Review literatur terhadap pola, faktor pendorong, dan implikasi kesehatan.Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(4), 78–87.
Lutfiandini, C. T., et al. (2020). Pain self-management in adolescents with dysmenorrhea. Jurnal Keperawatan Soedirman, 6(2), 66–73.
Ma’rifah, A. (2025). Pengaruh pengetahuan remaja terhadap self-efficacy dalam penerapan akupresur saat mengalami dismenore. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(2), 2373–2382.
Manulang, F., et al. (n.d.). Hubungan pola makan dengan dismenore pada mahasiswi keperawatan.
Mato, R. (2020). Hubungan stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat II di STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15, 343–347.
Munir, R., Lestari, F., Zakiah, L., Kusmiati, M., Anggun, A., & Puput, P. (2024).Analisa faktor yang mempengaruhi nyeri haid (dismenore) pada mahasiswa Akademi Kebidanan Prima Husada Bogor. Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(1), 62–70.
Nasution, F., et al. (2024). Perkembangan fisik anak dan psikososial remaja. Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 2(1).
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Nurrahmawati, N., Safitri, Y., Ariyani, D., & Wati, N. (2026). Penyuluhan mengenal disminore (nyeri haid) dan cara mengatasinya pada anak sekolah dasar di SDN 28 Pekanbaru. Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya, 4(2), 65–69.
Nurasih, D. A., Maharani, D. D., & Khanifah, L. N. (n.d.). Literature review:Faktor risiko yang memengaruhi kejadian nyeri menstruasi(dysmenorrhea) pada mahasiswi.
Orem, D. E. (2001). Nursing: Concepts of practice (6th ed.). Mosby.
Penelitian, A., et al. (2023). Konsumsi makanan cepat saji berhubungan dengan dismenore primer pada remaja di wilayah urban. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food, 4(1), 37–45. https://doi.org/10.24853/mjnf.4.1.37-45
Penellitian, L., et al. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan dismenore primer pada remaja putri: Systematic review. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 1997–2000. https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i2.3577
Putri, E. D., & Nency, A. (2021). Aktivitas fisik, riwayat dismenore keluarga, dan kecemasan dengan dismenore pada remaja. Scientific Journal of Nursing and Health Innovation, 1(1), 36–44. https://doi.org/10.53801/sjki.v1i1.3
Rahmawati, F. C. (2022). Hubungan asupan zat besi dan usia menarche dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 2(3),469–476.
Rosdiana, S., & Lusida, N. (2025). Hubungan antara edukasi dengan perilakuswamedikasi remaja putri dalam penanganan nyeri menstruasi(dismenore).
Sari, P. Y., D., E. A. F., & Rachmawati, K. (2021). Hubungan dismenore dengan aktivitas belajar remaja putri SMP Darul Hijrah Putri Martapura.
Septiyani, T. (2022). Riwayat keluarga, aktivitas fisik, dan pola makan terhadap kejadian dismenorea primer pada wanita. Jurnal Kesehatan Masyarakat,2(2), 88–96.
Solehati, T., Trisyani, M., & Hermayanti, Y. (2016). Hubungan sumber informasi dan usia remaja putri dengan perilaku perawatan diri saat menstruasi.Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 5(2), 145–154.
Strada, D. P. N., & Kumalasari, E. P. (2024). Penerapan latihan pilates untuk mengurangi nyeri menstruasi pada remaja putri. Jurnal Lentera, 4(2), 210–224.
Sulistyoningsih, H., & Fitriani, S. (2022). Pemanfaatan media sosial Instagram
untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pubertas. Jurnal Promosi Kesehatan, 6(1).
Tambunan, M. S., & Hidayat, F. (2023). Keterkaitan dismenorea dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji. Jurnal Kesehatan, 5(2), 319–324.
Trisnowiyanto, B., & Andriani, I. (2024). The relationship between physical activity level and the severity of dysmenorrhea. Journal of Women's Health, 12(1), 21–28.
Wall, K. M., Erlandson, M. C., & Gagnon, M. M. (2025). Seeking help for menstrual pain during adolescence: A mixed-methods retrospective survey of treatment experiences and preferences.
https://doi.org/10.1177/17455057251315972
Wiyatagati, F. A., & Suprayogi, A. (2025). Variabilitas derajat dismenore pada wanita: Peran prostaglandin F2α.
World Health Organization. (2022). Menstrual health.https://www.who.int/health-topics/menstrual-health
World Health Organization. (2023). Adolescent health.
https://www.who.int/health-topics/adolescent-health
Zhafirah, I., & Andrifianie, F. (2026). Kajian literatur: Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penanganan nyeri haid (dismenore) di kalangan remaja putri.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |