Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Kunjungan

Web Analytics

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DIRUANG SULAIMAN 4 RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG
Pengarang : Lutfiyah Khasnah, Trina Kurniawati
Kata Kunci   :Stroke, Range of Motion (ROM), Kekuatan Otot

Program Studi Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners

Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Juli, 2026



ABSTRAK



Lutfiyah Khasnah1, Trina Kurniawati2, Nur Fitria Rahmawati3

Penerapan Range Of Motion (Rom) Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Diruang Sulaiman 4 RS Roemani

Muhammadiyah Semarang



Latar Belakang: Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan, akibat sebagian sel-sel otak mengalami kematian karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah menuju otak sehingga suplai darah ke otak terganggu. Salah satu tanda gejala pada stroke non hemoragik adalah kelumpuhan (paralisis) total pada 1 sisi tubuh. Latihan rentang gerak ROM adalah salah satu terapi pemulihan dengan latihan kekuatan otot untuk mempertahankan kemampuan klien dalam melakukan pergerakan sendi secara normal dan penuh. ROM membantu merangsang aktivitas otot dan mempertahankan stimulasi neuromuskular sehingga fungsi gerak dan kekuatan otot dapat meningkat secara bertahap.

Tujuan Penelitian adalah mengetahui keefektifan intervensi Range of Motion (ROM) pasif terhadap peningkatan kekuatan otot.

Metode penelitian ini merupakan studi kasus dengan penerapan proses asuhan keperawatan pada pasien stroke non-hemoragik. Asuhan keperawatan disusun berdasarkan SLKI, SDKI, dan SIKI. Intervensi yang diberikan berupa latihan Range of Motion (ROM) sebagai upaya peningkatan fungsi motorik pasien. Evaluasi hasil intervensi dilakukan melalui pengukuran kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Strength Testing (MMST) untuk menilai perubahan kemampuan kekuatan otot setelah pelaksanaan tindakan keperawatan.

Hasil penelitian ini adalah terjadi peningkatan kekuatan otot dari skala 2 pada ekstremitas atas dan bawah bagian kanan menjadi skala 3, peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas atas dan bawah bagian kanan. Penerapan Latihan ROM dilaksanakan selama 4 hari dengan durasi 2x sehari dan didapatkan hasil peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas atas dan bawah kanan.

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan latihan Range of Motion (ROM) efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke nonhemoragik. Terdapat peningkatan kekuatan otot dari skala 2 menjadi skala 3 setelah pelaksanaan intervensi keperawatan selama empat hari. Oleh karena itu, latihan ROM dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan dalam upaya meningkatkan fungsi motorik pasien stroke non-hemoragik

Kata Kunci: Stroke, Range of Motion (ROM), Kekuatan Otot

Undergraduate Program in Nursing and Internship Program in Nursing

Faculty of Health Sciences

University of Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

July, 2026



ABSTRACT



Lutfiyah Khasnah¹, Trina Kurniawati², Nur Fitria Rahmawati³

The Implementation of Passive Range of Motion (ROM) Exercises to Improve

Muscle Strength in Patients with Non-Hemorrhagic Stroke in the Sulaiman 4

Ward of Roemani Muhammadiyah Hospital, Semarang



Background: Stroke occurs when the blood supply to the brain is disrupted, causing brain cell death due to either vascular occlusion or rupture, which impairs cerebral blood flow. One of the common clinical manifestations of nonhemorrhagic stroke is paralysis affecting one side of the body. Range of Motion (ROM) exercises are a rehabilitation therapy aimed at maintaining joint mobility and improving muscle strength by preserving normal joint movement. Passive ROM exercises stimulate muscle activity and maintain neuromuscular stimulation, thereby gradually improving motor function and muscle strength.

Objective: To determine the effectiveness of passive Range of Motion (ROM) exercises in improving muscle strength among patients with non-hemorrhagic stroke.

Methods: This study employed a case study design using the nursing care process for a patient with non-hemorrhagic stroke. Nursing care was developed based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (SDKI), Indonesian Nursing Outcomes Standards (SLKI), and Indonesian Nursing Intervention Standards (SIKI). The intervention consisted of passive Range of Motion (ROM) exercises to improve the patient's motor function. The effectiveness of the intervention was evaluated by measuring muscle strength using the Manual Muscle Strength Test (MMST).

Results: The patient's muscle strength improved from grade 2 to grade 3 in both the right upper and lower extremities. Passive ROM exercises were performed twice daily for four consecutive days, resulting in a measurable improvement in muscle strength of the affected extremities.

Conclusion: The implementation of passive Range of Motion (ROM) exercises was effective in improving muscle strength in patients with non-hemorrhagic stroke. Muscle strength increased from grade 2 to grade 3 following four days of nursing intervention. Therefore, passive ROM exercises may be considered an effective nursing intervention to enhance motor function in patients with non-hemorrhagic stroke.

Keywords: stroke, range of motion, muscle strength

NASKAH PUBLIKASI
Referensi

Anggardani, A., dkk. (2023). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Persarafan. Poltekkes Malang.

Andriani, D. Et al. (2022). ‘Pengaruh Range of Motion (ROM) Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke’, Indogenius, 1(1), pp. 34–41.

Bachtiar, I., Silvitasari, I., & Wardiyatmi. (2023). Penerapan Range Of Motion Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di Ruang Anggrek 2. Journal Ilmu Kesehatan Mandiri Cendikia, 2(8), 52–70

Ernawati & Baidah. (2022). Tatalaksana Non Farmakologi Stroke. STIKES Cahaya Bangsa

Handayani, S., & Wahyuni, T. (2022). Efektivitas Range of Motion (ROM) aktif dan pasif terhadap peningkatan kekuatan otot dan fleksibilitas sendi pada pasien tirah baring. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Terpadu, 10(2), 145-154

Heltty. (2023). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke, Meningitis, Tumor Otak, dan Cedera Kepala. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management

Herlina,(2022). Pengaruh Pemberian Teknik Range Of Motion (Rom) Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragic (SNH). Jurnal Kesehatan STIKes IMC Bintaro

Hidayat, R., & Nurhayati, S. (2023). Efektivitas latihan rentang gerak (ROM) terhadap pencegahan kontraktur dan kecacatan permanen pada pasien stroke pasca rawat inap. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 7(2), 89-98

Kisner, C., Colby, L. A., & Borstad, J. (2023). Therapeutic Exercise: Foundations and Techniques (8th ed.). F.A. Davis Company.

Kurniawan, A., & Sitorus, R. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke Iskemik. Jurnal Keperawatan Klinis dan Keperawatan Medikal Bedah, 12(2), 145-155

Permadhi, B. A., Ludiana, & Ayubbana, S. (2022). Penerapan ROM Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien dengan Stroke Non Hemoragik. Jurnal Cendikia Muda, Volume 4, Nomor 4. https://doi.org/2807-3469

Pratama, W. A., & Wijaya, S. (2024). Analisis Tingkat Kemandirian dan Mobilisasi Fisik pada Pasien Pasca Trauma Muskuloskeletal Temporer. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 14(1), 34-43.

Putri, S. A., & Wijaya, M. (2024). Panduan Praktikum Keterampilan Klinis Keperawatan Dasar. Jakarta: Trans Info Media.

Que, B. J. (2023). Stroke Iskemik Peran Heart Schock Protein 70 dan Heart Shock Protein 60 Terhadap Derajat Fungsional Penderita Stroke Iskemik Trombotik Akut (Cetakan pe). CV. Adanu Abimata.

Rahmawati, Ida, Juksen, Loren, Triana, Neni, & Zulfikar. (2022). Peningkatan Kekuatan Motorik Pada Pasien Stroke  Non  Hemoragik  Dengan  Menggenggam  Bola  Karet.  Jurnal  Kesehatan  Medika  Udayana, 08(01), 22.

Saputra, O., & Astuti, T. (2023). Buku Ajar Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta: Deepublish.

Shumway-Cook, A., & Woollacott, M. H. (2023). Motor Control: Translating Research into Clinical Practice (6th ed.). Wolters Kluwer.

Sihotang, H., & Purba, E. V. B. (2024). Relationship of Passive Range of Motion (ROM) Exercise with Upper Extremity Muscle Strength in Non-Hemorrhagic Stroke Patients. HEALTH CARE: Jurnal Kesehatan, 12(2), 397–404

Siti Hanifah, Z., Fitri, S. U. R., & Rahayu, U. (2024). Penerapan Latihan Rom Pasif Terhadap Tingkat Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Hemoragik :Studi Kasus. Jurnal Medika Nusantara, 2(3), 77–90. https://doi.org/10.59680/medika.v2i3.1224

Siti, N., & Rahmawati, D. (2022). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: Trans Info Media.

Suwaryo, P. A. W., Muslikhah, S., & Waladani, B. (2022). Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Menggunakan ROM. Nursing Science Journal (NSJ)

Widiastuti, R., & Sari, D. P. (2023). Effectiveness of range of motion exercise on increasing muscle strength in post-stroke patients. Journal of Nursing and Health Sciences, 11(2), 115–121.

Wijaya, J. K. I., & Nuranjumi, N. (2024). Periodik Paralisis Hipokalemia pada Pria 29 Tahun. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(3). Diakses dari Jurnal Global Health Science Group.

Wulan., dkk. (2022). “Pengaruh Range Of Motion (Rom) Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus.” Jawa Tengah: Jurnal Profesi Keperawatan


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email [email protected]
Alamat Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 7832294
Tahun 2026
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia