Latar Belakang : Hospitalisasi pada anak usia prasekolah dapat menimbulkan kecemasan akibat perubahan lingkungan, prosedur perawatan, serta interaksi dengan tenaga kesehatan yang belum dikenal. Kecemasan dapat ditunjukkan melalui perilaku menangis, gelisah, menghindari kontak mata, dan kurang kooperatif selama tindakan keperawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan adalah terapi bermain origami karena sesuai dengan tahap perkembangan anak, mudah dilakukan, aman, dan menyenangkan
Tujuan Penelitian : Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh terapi bermain origami terhadap tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi pada An. M dengan diagnosis medis demam tifoid di Ruang Mawar RSUD Kraton.
Metode : Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Masalah keperawatan yang ditemukan meliputi hipertermia, defisit nutrisi, dan ansietas akibat krisis situasional hospitalisasi.
Hasil : Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan dan terapi bermain origami, tingkat kecemasan anak mengalami penurunan yang ditandai dengan anak tampak lebih tenang, bersedia berinteraksi, menunjukkan minat bermain, serta lebih kooperatif selama perawatan. Selain itu, kondisi hipertermia dan defisit nutrisi juga mengalami perbaikan secara bertahap melalui intervensi keperawatan dan kolaborasi terapi medis
Kesimpulan : Terapi bermain origami dapat dijadikan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan anak untuk membantu mengurangi kecemasan akibat hospitalisasi.
Aliyah, H., & Rusmariana, A. (2021). Gambaran tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi: Literature review. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 377–384. https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.688
Amin, S. M., Alwi, M. K., Taqiyah, Y., & Sunarti. (2024). Terapi bermain origami menurunkan tingkat kecemasan anak di ruang rawat inap. Window of Nursing Journal, 5(1), 9–16.
Anisha, N., & Lestari, R. F. (2022). Penerapan terapi bermain puzzle untuk mengatasi tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3–6 tahun) saat hospitalisasi. Coping: Community of Publishing in Nursing, 10(6), 624.
Aryani, A., & Widiyono. (2024). Buku ajar keperawatan anak. Prime Identity House.
Aryani, D., & Zaly, N. W. (2021). Pengaruh terapi bermain mewarnai gambar terhadap kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(1), 101. https://doi.org/10.36565/jab.v10i1.289
Da Silva, G. F., Yulianti, N. R., & Ina, A. A. (2020). Terapi bermain origami untuk menurunkan kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi. Jurnal Kesehatan, 9(1), 13.
Dolok Saribu, H. J., Pujiati, W., & Abdullah, E. (2021). Penerapan atraumatic care dengan kecemasan anak pra-sekolah saat proses hospitalisasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 656–663. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.653
Faidah, N., & Marchelina, T. (2022). Tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 11(3), 218–228.
Hilmansyah, M. A., & Rofiqoh, S. (2022). Literature review: Terapi bermain origami terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 2326–2331.
Irawan, E., Sulidah, Trianingsih, D., Utami, T. A., Riyana, A., Suyami, Barus, L. S., Daryati, E. I., Oktizulvia, C., Prayogi, A. S., Santoso, D. A., Rizona, F., Wilandika, A., Widianingtyas, S. I., Sriasih, N. K., Fuadah, N. T., Kusumaningrum, A., Idriansari, A., Purnama, N. L. A., Setianingsih, & Sihombing, F. (2025). Buku ajar keperawatan anak sehat dan sakit akut: Intervensi keperawatan berdasarkan Kurikulum Pendidikan Ners Indonesia Tahun 2021. CV. Eureka Media Aksara.
Irawan, W. A., & Zulaikha, F. (2020). Pengaruh terapi mendongeng terhadap kecemasan pada anak akibat hospitalisasi di Ruang Melati RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Borneo Student Research, 1(3), 1752–1760.
Iqbal, M., Anggia, T., & Masthura, S. (2024). Pengaruh storytelling terhadap kecemasan pada anak akibat hospitalisasi di Ruang Melati RSUD Abdul Wahab Sjahranie Saamarinda. Borneo Student Research, 1(3),1752-1760.\
Jannah, M., Immawati, & Dewi, T. K. (2023). Penerapan terapi mewarnai dan origami pada anak prasekolah yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi di Ruang Anak RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Jurnal Cendikia Muda, 3(3), 424–431.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Mengenal demam tifoid. Direktorat Kesehatan Lingkungan.
Lufianti, A., Anggraeni, L. D., Saputra, M. K. F., Susilaningsih, E. Z., Elvira, M., Fatsena, R. A., Dewi, D. S., Sensussiana, T., & Novariza, R. (2022). Ilmu dasar keperawatan anak. Pradina Pustaka.
Mansur, A. R., & Sari, I. M.(2023). Understanding Typhoid Fever in Children. CV. Eureka Media Aksara.
Nengsih, N. A. (2020). Origami sebagai tindakan adjuvant atraumatic care terhadap tingkat kecemasan anak yang menjalani hospitalisasi di RSUD 45 Kuningan. Journal of Nursing Practice and Education, 1(1), 11–20. https://doi.org/10.34305/jnpe.v1i1.194
Rahmania, D. R., Apriliyani, I., & Kurniawan, W. E. (2023). Gambaran tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak dengan tindakan invasif. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 625–634. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i2.2146
Rohmah, N. (2018). Terapi bermain. LPPM Universitas Muhammadiyah Jember.
Saputro, H., & Fazrin, I. (2017). Anak sakit wajib bermain di rumah sakit: Penerapan terapi bermain anak sakit; proses, manfaat dan pelaksanaannya. Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES).
Septia, W., & Zulva, S. (2024). Penerapan terapi bermain origami pada An. M usia pra sekolah (5 tahun) untuk mengurangi kecemasan akibat hospitalisasi pada penyakit typhoid di Ruang Melati Rumah Sakit TK. II Dustira Cimahi 15–16 Mei 2023. Jurnal Kesehatan-Nuur, 1(1), 43–53. https://doi.org/10.71023/jukes.v1i1.5
Sriyanah, N., & Efendi, S. (2023). Buku ajar: Keperawatan anak. Omera Pustaka.
Widayati, S., Simatupang, N. D., & Maulidiya, R. (2020). Melipat manakah yang paling mudah? Pada kegiatan melipat satu untuk anak usia dini. Al-Athfaal: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 126–139.
World Health Organization. (2023). Typhoid. WHO.
Yanthi, D., Annisa, F., Perdani, Putri, Z., Lestari, Yuli, N., Yuliani, E., Megasari, Laela, A., Apriliawati, A., & Danamik, Melfa, S. (2022). Keperawatan Anak.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |