Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Juni, 2026
ABSTRAK
Penerapan Terapi Seni Art Therapy Terhadap Ekspresi Emosi Pada Pasien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan Di Ruang Hudowo RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah
Maudy Wulan Pangestu¹, Aisyah Dzil Kamalah²
Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa dan ditandai dengan ketidakmampuan mengendalikan emosi secara adaptif sehingga berpotensi membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu pasien mengekspresikan emosi adalah terapi seni (Art Therapy) menggambar bebas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi seni (Art Therapy) menggambar bebas terhadap ekspresi emosi pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di Ruang Hudowo RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.
Metode : Penelitian ini menggunakan studi kasus sesuai evidence based practice (EBP). Responden dalam penelitian yaitu satu pasien dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Pengkajian dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran ekspresi emosi menggunakan instrumen Emotional Expressivity Scale (EES). Intervensi diberikan selama enam hari berturut-turut berupa terapi seni (Art Therapy) yang dikombinasikan dengan strategi pelaksanaan risiko perilaku kekerasan meliputi relaksasi napas dalam, pukul bantal, komunikasi asertif, kegiatan spiritual, dan edukasi kepatuhan minum obat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ekspresi emosi pasien. Skor Emotional Expressivity Scale (EES) meningkat dari 41 pada pengukuran awal menjadi 57 pada pengukuran akhir dengan selisih peningkatan sebesar 16 poin. Secara klinis pasien tampak lebih tenang, kooperatif, mampu mengenali pemicu kemarahan, mengungkapkan perasaan secara verbal, serta tidak menunjukkan perilaku agresif selama masa intervensi.
Simpulan: Intervensi Art Therapy dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan ekspresi emosi pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan.
Kata Kunci: Art Therapy, Ekspresi Emosi, Risiko Perilaku Kekerasan
American Art Therapy Association. (2020). About art therapy. American Art Therapy Association
Anipah, S., Nurhayati, E., & Rahmawati, D. (2024). Konsep perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 12(1), 45–53.
Azizah, L. M., & Akbar, A. (2016). Keperawatan kesehatan jiwa: Teori dan aplikasi praktik klinik. Indomedia Pustaka.
Crawford, M. J., Killaspy, H., Barnes, T. R. E., Barrett, B., Byford, S., Clayton, K., & Patterson, S. (2022). Group art therapy as an adjunctive treatment for people with schizophrenia: A systematic review. BMC Psychiatry, 22(1), 1–10.
Eren, N., & Yalcin, M. (2020). The effect of art therapy on emotional regulation among psychiatric patients. Archives of Psychiatric Nursing, 34(5), 345–351.
Fekaristi, R., Widodo, A., & Sari, N. (2021). Pengaruh terapi menggambar terhadap penurunan tingkat halusinasi pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 9(2), 112–119.
Keliat, B. A., & Akemat. (2023). Keperawatan kesehatan jiwa komunitas. EGC.
Keliat, B. A., Akemat, Helena, N., & Nurhaeni, H. (2019). Asuhan keperawatan jiwa. EGC.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI
Liza, R. (2022). Ekspresi emosional dan kesehatan mental pada individu dewasa. Jurnal Psikologi Indonesia, 18(2), 78–87.
Malchiodi, C. A. (2019). Art therapy and health care. Guilford Press.
Pratama, A., & Senja, R. (2022). Keperawatan jiwa. Pustaka Baru Press.
Pratiwi, D., Setiawan, A., & Rahman, F. (2023). Efektivitas relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat kemarahan pada pasien risiko perilaku kekerasan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(1), 55–62.
Renta Sianturi, M. C. (2024). Terapi okupasi menggambar pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa dan Kesehatan Mental, 13(1), 22–30.
Sari, F. S., Hakim, R. L., Kartina, I., Saelan, & Kusuma, A. N. H. (2018). Pengaruh art drawing therapy terhadap gejala positif dan negatif pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 3(2), 85–92.
Slayton, S. C., D'Archer, J., & Kaplan, F. (2010). Outcome studies on the efficacy of art therapy: A review of findings. Art Therapy: Journal of the American Art Therapy Association, 27(3), 108–118.
Stuart, G. W. (2022). Principles and practice of psychiatric nursing (11th ed.). Elsevier.
Sutejo. (2020). Keperawatan kesehatan jiwa: Konsep dan praktik asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Pustaka Baru Press.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2022). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI); Definisi dan Indikator Diagnostik. DPP PPNI.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2022). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). DPP PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2022). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). DPP PPNI.
Wadeson, H. (2020). Art psychotherapy. John Wiley & Sons.
Wahyudi, A., Prasetyo, B., & Hidayati, N. (2023). Risiko perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 11(2), 101–110.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization
Wuryaningsih, E. W., Keliat, B. A., & Susanti, H. (2020). Buku ajar keperawatan kesehatan jiwa. EGC.
Yohana, D., Gati, N. W., & Suyatno. (2023). Pengaruh art therapy terhadap kemampuan ekspresi emosi pada pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(3), 201–209.
Zaenal, M., & Rosida, N. (2025). Pengaruh art therapy terhadap ekspresi emosi pasien gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 13(1), 15–24.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |