Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Kunjungan

Web Analytics

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

GAMBARAN KEKUATAN OTOT WAJAH MENGGUNAKAN MANUAL MUSCLE TESTING (MMT) PADA PASIEN BELL’S PALSY DI KABUPATEN PEKALONGAN
Pengarang : Tsamara Bunga Maulida, Siti Sardianti
Kata Kunci   :Bell’s Palsy, Kekuatan Otot Wajah, Manual Muscle Testing (MMT)

Gambaran Kekuatan Otot Wajah Menggunakan Manual Muscle Testing
(MMT) Pada Pasien Bell’s Palsy di Kabupaten Pekalongan

Pendahuluan: Bell’s Palsy merupakan gangguan saraf perifer yang ditandai
dengan kelemahan atau kelumpuhan otot wajah secara unilateral akibat gangguan nervus fasialis. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi wajah seperti kesulitan menutup mata, tersenyum, berbicara, makan, dan mengekspresikan emosi sehingga berdampak pada kualitas hidup pasien. Penilaian kekuatan otot wajah merupakan salah satu aspek penting dalam evaluasi klinis pasien Bell’s Palsy. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Manual Muscle Testing (MMT) karena praktis dan mampu memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan kontraksi otot wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kekuatan
otot wajah pada pasien Bell’s Palsy di Kabupaten Pekalongan berdasarkan hasil pemeriksaan Manual Muscle Testing (MMT).

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitis. Sampel penelitian berjumlah 10 pasien Bell’s Palsy yang menjalani terapi di Poli Fisioterapi RSI Muhammadiyah Pekajangan dan RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kekuatan otot wajah dinilai menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) dan dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot wajah pada pasien Bell’s Palsy bervariasi, mulai dari kelemahan ringan hingga kelemahan berat. Sebagian besar responden mengalami penurunan kekuatan otot wajah yang ditandai dengan keterbatasan dalam melakukan gerakan ekspresi wajah seperti mengangkat alis, menutup mata, meniup pipi, mencucu, dan tersenyum. Karakteristik responden menunjukkan distribusi berdasarkan usia dan jenis kelamin yang berbeda pada pasien Bell’s Palsy.

Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar pasien Bell’s Palsy yang menjalani fisioterapi di Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan kekuatan otot wajah dengan derajat yang bervariasi berdasarkan hasil pemeriksaan Manual Muscle Testing (MMT). Penilaian kekuatan otot wajah menggunakan MMT dapat memberikan gambaran kondisi klinis pasien dan menjadi dasar dalam proses evaluasi serta perencanaan rehabilitasi fisioterapi.

Kata Kunci : Bell’s Palsy, Kekuatan Otot Wajah, Manual Muscle Testing (MMT)
Daftar Pustaka : 63 (2017 – 2025)
NASKAH PUBLIKASI
Referensi

Anggarani, A. P. M., Handari, H. K., & Widaningrum, R. (2025). Facial Muscle Strength and Recovery in Bell’s Palsy: A Cross-Sectional Insight. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 13(1), 83–88.

Bittmann, F. N., Dech, S., Aehle, M., & Schaefer, L. V. (2020). Manual muscle testing—force profiles and their reproducibility. Diagnostics, 10(12), 996.

Cao, P., Zhang, Z., Zhong, J., Xu, S., Huang, Q., & Fan, N. (2021). Effects of treatment status and life quality on anxiety in MMT patients. Substance Abuse Treatment, Prevention, and Policy, 16(1), 9.

Conroy, V. M., Murray Jr, B. N., Alexopulos, Q. T., & McCreary, J. (2022). Kendall’s muscles: testing and function with posture and pain. Lippincott Williams & Wilkins.

Fakoya, A. O., Hohman, M. H., Westbrook, K. E., & Varacallo, M. A. (2024). Anatomy, Head and Neck: Facial Muscles. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Ghafoor, H., Haroon, S., Atique, S., Huda, A. U., Ahmed, O., Khair, A. O. M. B., Samad, A. A., & Ghafoor, H. (2023). Neurological complications of local anesthesia in dentistry: a review. Cureus, 15(12).

Ghannam, M. G., & Singh, P. (2023). Anatomy, head and neck, salivary glands. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Liu, D. H., Chen, H., & Wong, B. J. F. (2025). Anatomy and physiology of the nasal valves. Otolaryngologic Clinics of North America, 58(2), 189–203.

Naqvi, U., Margetis, K., & Sherman, A. L. (2025). Muscle strength grading. In StatPearls [internet]. StatPearls Publishing.

Rathee, M., & Jain, P. (2024). Anatomy, head and neck: Buccinator muscle. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Roman, N. A., Miclaus, R. S., Nicolau, C., & Sechel, G. (2022). Customized manual muscle testing for post-stroke upper extremity assessment. Brain Sciences, 12(4), 457.

Wang, A., Xie, W., & Zhang, J. (2025). The synergistic role of viral infection and immune response in the pathogenesis of facial palsy. Journal of NeuroVirology, 31(3), 208–218.

Watanabe, K., Han, A., Inoue, E., Iwanaga, J., Tabira, Y., Yamashita, A., Kikuchi, K., Haikata, Y., Nooma, K., & Saga, T. (2021). The key structure of the facial soft tissue: the superficial musculoaponeurotic system. The Kurume Medical Journal, 68(2), 53–61.

Adam, O. M. (2019). Bell’s palsy. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 8(1), 137–149.

Alanazi, F., Kashoo, F. Z., Alduhishy, A., Aldaihan, M., Ahmad, F., & Alanazi, A. (2022). Incidence rate, risk factors, and management of Bell’s palsy in the Qurayyat region of Saudi Arabia. PeerJ, 10, e14076.

Baechle, T. R., & Earle, R. W. (2020). Essentials of strength training and conditioning. Human Kinetics.

Bittmann, F. N., Dech, S., Aehle, M., & Schaefer, L. V. (2020). Manual muscle testing—Force profiles and their reproducibility. Diagnostics, 10(12), 996.

Bohannon, R. W. (2018). Reliability of manual muscle testing: A systematic review. Isokinetics and Exercise Science, 26(4), 245–252.

Chen, X. (2024). Neuromuscular taping in facial rehabilitation. [Nama jurnal belum lengkap].

Demirk?ran, B. B., Manole, F., & Bayar Muluk, N. (2024). Facial nerve anatomy. In Neurotology updates (pp. 679–689). Springer Nature Switzerland.

Diamond, M., Wartmann, C. T., Tubbs, R. S., Shoja, M. M., Cohen-Gadol, A. A., & Loukas, M. (2011). Peripheral facial nerve communications and their clinical implications. Clinical Anatomy, 24(1), 10–18.

Escolar, D. M., Henricson, E. K., Mayhew, J., Florence, J., Leshner, R., Patel, K. M., & Clemens, P. R. (2001). Clinical evaluator reliability for quantitative and manual muscle testing measures of strength in children. Muscle & Nerve, 24(6), 787–793.

Faaiza, F. Z., Santoso, T. B., & Fauzan, M. (2024, July). Penatalaksanaan Fisioterapi dalam Upaya Meningkatkan Kekuatan Otot dan Fungsional pada Kasus Bell's Palsy: A Case Report. In Academic Physiotherapy Conference Proceeding (pp. 39-48).

Fagni, N., Paternostro, F., Branca, J. J. V., Salerni, L., & Mandalà, M. (2024). Prognosis and chances of recovery in Bell’s palsy. Infermieristica Journal, 3, 113–116.

Fitriasari, E., & Untari, N. K. S. D. (2023). Faktor risiko yang berhubungan dengan Bell’s palsy. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 6607–6623.

Fajrunnajah, A., Nugraha, D. A., & Putri, A. K. (2024). Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Bell’s palsy dengan menggunakan modalitas electrical stimulation, massage, dan terapi latihan di RS Muhammadiyah Lamongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16(2), 267–275.

Firmansyah, D., Dinata, C., & Alpiah, D. N. (2025). Efektivitas terapi latihan massage pada kasus Bell’s palsy: Literature review. Hikamatzu: Journal of Multidisciplinary, 2(1).

Gordin, E., Lee, T. S., Ducic, Y., & Arnaoutakis, D. (2015). Facial nerve trauma: Evaluation and considerations in management. Craniomaxillofacial Trauma & Reconstruction, 8(1), 1–13.

Hanifah, H., Salsabillah, L., Fitri, A. T., Febriani, R. M., & Hidayatullah, R. (2025). Landasan teori, penelitian relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian pendidikan. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 391–404.

Heckmann, J. G., Urban, P. P., Pitz, S., & Guntinas-Lichius, O. (2019). The diagnosis and treatment of idiopathic facial paresis (Bell’s palsy). Deutsches Ärzteblatt International, 116(41), 692–702.

Hidayah, N., Hakam, M., & Kushariyad, K. (2021). The assessment of muscle strength in fracture patients with manual muscle testing: A narrative literature review.

Holland, N. J., & Bernstein, J. M. (2014). Bell’s palsy. BMJ Clinical Evidence, 2014, 1204.

Huber, P., Scholberg, K., Worcester, E., Asaadi, J., Balantekin, A., Bowden, N., ... & Pocar, A. (2022). Snowmass neutrino frontier report. arXiv Preprint, arXiv:2211.08641.

Junaedi, J., & Wahab, A. (2023). Hipotesis penelitian dalam kesehatan. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Kesehatan, 6(2), 142–146.

Latuamury, R., Yuliati, A., & Firmansyah, L. A. (2023). Pengaruh electrical stimulation dan mirror therapy exercise pada kasus Bell’s palsy. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(9), 1882–1889.

Meutia, S. M. S., & Himayani, R. (2021). Sistem Saraf Pusat dan Perifer. Medical Profession Journal of Lampung11(3), 306-311.

Myckatyn, T. M., & Mackinnon, S. E. (2004). A review of facial nerve anatomy. In Seminars in Plastic Surgery, 18(1), 5–11. Thieme Medical Publishers.

Nugraha, W. M., & Rakhma, T. (2024). Wanita usia 63 tahun dengan Bell’s palsy: Laporan kasus. In Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (pp. 150–159).

Nurdinah, H., Machmud, R., & Afriyanti, E. (2021). Pengaruh terapi massage terhadap intensitas nyeri bahu, ketegangan otot, dan kecemasan pada pasien stroke: Systematic review. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12(4), 381–390.

Pakpahan, A. F., Prasetio, A., Negara, E. S., Gurning, K., Situmorang, R. F. R., Tasnim, T., ... & Rantung, G. A. J. (2021). Metodologi penelitian ilmiah.

Proctor, G. B., & Carpenter, G. H. (2007). Regulation of salivary gland function by autonomic nerves. Autonomic Neuroscience, 133(1), 3–18.

Putri, Z. R. (2022). Bell’s palsy: Diagnosis dan tata laksana. Cermin Dunia Kedokteran, 49(8), 431–434.

Rahman, F., Tiabarte, N., Habibah, M., Faradilla, A., Oviandar, O. K., & Sukatwo. (2022). Physiotherapy management in Bell’s palsy case at Dr. RM Soedjarwadi Regional Mental Hospital. In Proceedings of the 16th University Research Colloquium (URECOL): Seri MIPA dan Kesehatan (p. 569). Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

Ramadani, P. A., & Triyanita, M. (2024). Penatalaksanaan fisioterapi dengan electrical stimulation dan massage untuk meningkatkan kekuatan otot pada penderita Bell’s palsy sinistra. Jurnal Kesehatan Tambusa, 5(3), 5848–5856.

Rifaat, W. O. N. F., Assagaf, M., Dapolomi, S., Novriansyah, Z. K., & Rompegading, A. (2024). Prevalensi pasien Bell’s palsy di Klinik Cerebellum Makassar. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(2), 165–171.

Selviyani, J. (2024). Studi kasus: Penatalaksanaan fisioterapi pada Bell’s palsy dengan electrical stimulation dan massage. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 1(2), 72–76.

Setianingrum, R. A. (2022). Penatalaksanaan elektrikal stimulasi dan mirror exercise fisioterapi pada kasus Bell’s palsy sinistra di RSI Sunan Kudus. Journal of Health and Therapy, 1(2), 1–7.

Singh, A., Deshmukh, P., & Deshmukh, P. T. (2022). Bell’s palsy: A review. Cureus, 14(10)

Sofyan, M., Haryatno, P., & Kurniawati, D. (2024). Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Bell’s palsy. Physio Move Journal, 3(2), 49–54.

Staiano, W., Bosio, A., de Morree, H. M., Rampinini, E., & Marcora, S. (2018). The cardinal exercise stopper: Muscle fatigue, muscle pain or perception of effort? Progress in Brain Research, 240, 175–200.

Thoifur, A. (2021). Penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Bell’s palsy dengan modalitas short wave diathermy (SWD), electrical stimulation (ES), dan terapi latihan di RSUD Ibnu Sina Gresik (Doctoral dissertation). Universitas Muhammadiyah Gresik.

Utami, R. F., Asbiran, N., & Khadijah, S. (2020). Analisis implementasi kebijakan standar pelayanan fisioterapi berdasarkan Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang. Human Care Journal, 5(1), 285–292.

Volk, G. F., Pantel, M., & Guntinas-Lichius, O. (2010). Modern concepts in facial nerve reconstruction. Head & Face Medicine, 6(1), 25.

Zein, R. H., Jannah, M., & Sari, I. P. (2025). Pengaruh intervensi massage, neuromuscular taping, dan mirror exercise terhadap peningkatan fungsi facial pada Bell’s palsy. Science: Indonesian Journal of Science, 1(5), 1152–1157.

Zhang, W., Xu, L., Luo, T., Wu, F., Zhao, B., & Li, X. (2020). The etiology of Bell’s palsy: A review. Journal of Neurology, 267(7), 1896–1905.

 Anggarani, N. L. P., Putra, A. A. G. W., & Dewi, N. K. A. (2025). Analisis kekuatan otot wajah pada pasien Bell’s palsy menggunakan Manual Muscle Testing. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 13(1), 45–52.

Cull, R. E., & Coleman, J. J. (2021). Bell palsy: Clinical examination and management. British Journal of Hospital Medicine, 82(10), 1–8.

Cui, F., Yin, X., Shen, Y., Ma, C., & Wang, Y. (2021). Altered facial muscle activity in patients with Bell’s palsy measured by surface electromyography. Frontiers in Human Neuroscience, 14, 618985. https://doi.org/10.3389/fnhum.2020.618985

Darmawan, I. G. N., Putra, I. P. A., & Dewi, A. A. N. T. (2021). Karakteristik pasien Bell’s palsy di RSUP Sanglah Denpasar periode 2019–2020. International Journal of Research and Review, 8(12), 312–317.

Khan, A., Iqbal, K., & Ahmad, F. (2022). Bell’s palsy: Etiology, clinical features, and multidisciplinary care approaches. Palliative Medicine Reports, 3(1), 312–318. https://doi.org/10.1089/pmr.2022.0030

Mamuaja, C. F., & Sapulete, I. M. (2023). Gambaran kekuatan otot wajah pada pasien Bell’s palsy sebelum dan sesudah fisioterapi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 5(2), 88–95.

Putri, D. A. (2022). Manifestasi klinis Bell’s palsy dan penatalaksanaannya. Cermin Dunia Kedokteran, 49(3), 120–126.


 

 

 


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email umpp.pekalongan@yahoo.com
Alamat Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 7832294
Tahun 2026
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia