Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting untuk menilai tingkat kesejahteraan dan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) Kementerian Kesehatan, AKI di Indonesia meningkat dari 4.005 kasus pada tahun 2022 menjadi 4.129 kasus pada tahun 2023. Di Provinsi Jawa Tengah, AKI mengalami peningkatan dari 98 kasus pada tahun 2020 menjadi 199 kasus pada tahun 2021, kemudian menurun menjadi 100 kasus pada tahun 2022 (Dewi, Sandhi, dan Nani, 2024). AKI di Kabupaten Pekalongan menunjukkan tren fluktuatif selama sepuluh tahun terakhir, dengan peningkatan pada tahun 2021 sebanyak 27 kasus dan menurun menjadi 18 kasus pada tahun 2024. Selain AKI, penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) juga menjadi tujuan utama upaya kesehatan anak. Di Kabupaten Pekalongan, AKB pada tahun 2025 tercatat sebanyak 146 kasus dan AKABA sebanyak 44 kasus. Selama periode 2021–2025, kedua indikator tersebut mengalami fluktuasi, dengan jumlah kasus tertinggi pada tahun 2024, yaitu 158 kasus AKB dan 54 kasus AKABA, kemudian menurun pada tahun 2025 menjadi 146 kasus AKB dan 44 kasus AKABA (Dinkes, 2024).
Tingginya angka kematian ibu maupun bayi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor langsung maupun tidak langsung. Faktor langsung penyebab kematian ibu meliputi perdarahan, eklampsia, aborsi, partus lama, dan infeksi. Sementara itu, faktor tidak langsung terhadap kematian ibu adalah kehamilan 4T, yaitu terlalu muda (hamil pada usia di bawah 20 tahun), terlalu tua (hamil pada usia di atas 35 tahun), terlalu banyak (jumlah anak lebih dari 4), dan terlalu dekat (jarak kehamilan kurang dari 2 tahun) (Apriliani, 2021).
Salah satu komponen kehamilan 4T yang perlu mendapat perhatian adalah jarak kehamilan yang terlalu dekat, yaitu <2 tahun. Jarak kehamilan yang pendek merupakan faktor risiko yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi dan meningkatkan risiko kematian ibu. Kondisi ini menyebabkan tubuh ibu belum pulih sepenuhnya setelah persalinan sebelumnya, sehingga lebih rentan mengalami kelelahan, anemia, perdarahan, serta meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) maupun kelainan kongenital tertentu (Maharani, Ayunda and Irawati, 2024). Jarak kehamilan <2 tahun dan Riwayat persalinan pernah di induksi termasuk kehamilan berisiko tinggi saat persalinan. Ibu yang melahirkan dengan jarak <2 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami perdarahan post partum salah satunya karena kehamilan Serotinus (Sari and Munir, 2022).
Ibu bersalin dengan jarak kelahiran anak <2 tahun dan memiliki riwayat induksi pada persalinan sebelumnya tidak selalu memerlukan induksi berulang pada persalinan berikutnya. Induksi persalinan yang dilakukan terhadap ibu hamil untuk merangsang terjadinya persalinan terjadi antara 10% sampai 20% dari seluruh persalinan dengan berbagai indikasi baik dari ibu maupun dari janinnya. Indikasi terminasi kehamilan dengan induksi salah satunya adalah kehamilan serotinus (Rahardjo and Tunjungsari, 2025). Kondisi ini berhubungan erat dengan meningkatnya risiko mortalitas dan morbiditas perinatal serta kejadian makrosomia pada janin (Hafifah, 2021). Bagi ibu, kehamilan serotinus dapat meningkatkan risiko partus lama, inersia uteri, perdarahan pascapersalinan, serta meningkatnya kebutuhan tindakan obstetric. Faktor risiko tersebut perlu dikenali sejak dini karena dapat meningkatkan risiko kesakitan maupun kematian pada ibu dan janin apabila tidak ditangani secara tepat (Haslinda, 2021). Apabila persalinan berlangsung dengan baik dan tanpa komplikasi, ibu tetap dapat mengalami masa nifas normal dengan proses pemulihan fisiologis yang sesuai (Iktiar, 2021).
Pemantauan masa nifas pada ibu dengan riwayat persalinan serotinus menjadi penting untuk mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti perdarahan postpartum, infeksi, subinvolusi uterus, maupun gangguan laktasi. Pelayanan kebidanan yang komprehensif selama masa nifas bertujuan untuk memastikan proses pemulihan ibu berjalan optimal, mendukung keberhasilan menyusui, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi dengan melakukan kunjungan KF sebanyak 100%. Maka, pemahaman mengenai nifas normal pada ibu dengan persalinan serotinus sangat diperlukan sebagai dasar dalam pemberian asuhan kebidanan yang tepat, aman, dan berkesinambungan guna mencegah terjadinya komplikasi serta meningkatkan kualitas kesehatan maternal dan neonatal (Iktiar, 2021).
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tahun 2025 jumlah ibu hamil di Kabupaten Pekalongan 14.809 ibu hamil. Dan yang ada di Puskesmas Wonopringgo tahun 2025 terdapat 728 ibu hamil, yang mengalami resiko tinggi sejumlah 303 (41,6%) dari total ibu hamil. Resiko tingginya antara lain yaitu kehamilan dengan Jarak anak <2 Tahun sebanyak 33 (10,8%) dari total ibu risiko tinggi. dan Riwayat KPD sebanyak 80 (26,4%) dari total persalinan yang lalu. Dan yang ada di Desa Pegaden Tengah tahun 2025 terdapat 76 ibu hamil, yang mengalami resiko tinggi sejumlah 26 dari total ibu hamil. Resiko tingginya antara lain yaitu kehamilan dengan jarak anak <2 tahun sebanyak 6 dari total persalinan yang lalu dan Riwayat KPD sebanyak 12 dari total persalinan yang lalu. Berdasarkan data persalinan di RSUD Kajen pada tahun 2026 terdapat 78 kasus ibu bersalin spontan dengan Serotinus dari 820 (9,5%) total ibu dengan persalinan. Cakupan ibu nifas di Puskesmas Wonopringgo di tahun 2025 ada 61 ibu nifas dengan cakupan 86,8%. Berdasarkan data diatas penulis tertarik untuk mengambil tugas akhir dengan judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. W di Desa Pegaden Tengah Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan”
Abdullah, V.I. et all. (2023) Manajemen Kebidanan?: Dari Asuhan Kehamilan Hingga Persalinan, Get Press Indonesia.
Abubakar, M.L. et al. (2024) Asuhan Neonatus dan Bayi. Edited by N. Rahmawati. PT. Medika Pustaka Indo.
Adolph, R. (2022) “kunjungan neonatal,” pp. 1–23.
Akbar, A. and Parhusip, T.A. (2024) “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Per Vaginam dan Caesarean Section,” 5(2), pp. 6–15.
Cholifah, S. and Rinata, E. (2022) Buku Ajar Kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan, Deepublish Publisher. UMSIDA PRESS.
Dinkes, K.P. (2024) Profil Kesehatan Kabupaten Pekalongan Tahun 2024.
Efendi, N.R.Y., Yanti, J.S. and Hakameri, C.S. (2022) “Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dengan Ketidaknyamanan Trimester III Pmb Ernita Kota Pekanbaru Tahun 2022,” Jurnal Kebidanan Terkini ( Current Midwifery Journal) 275 Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal, 2, pp. 275–279. Available at: https://jom.htp.ac.id/index.php/jkt.
Faisah, T. et al. (2024) “Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care (ANC),” Kebidanan Khatulistiwa, 10, pp. 78–90.
Fika, P., Fauzul, H. and Shinta, P.R. (2024) “Konseling Informasi Edukasi (KIE) Tentang Kehamilan, Peralinan, Dan Nifas Pada Pasangan Usia Subur,” Pengabdian Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta, 2(2), pp. 61–66.
Fitri, E., Andriyani, R. and Megasari, M. (2023) “Pemberian Konseling pada Ibu Nifas Hari ke-29-42 Menggunakan ABPK di PMB Ernita Kota Pekanbaru Tahun 2022,” 3(1), pp. 1–6.
Hafifah, F.A., Avnalurini, S.S. and Thamrin, H. (2021) “Manajemen Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny . S Gestasi 43 Minggu 1 Hari dengan Serotinus,” 2(2), pp. 118–128.
Haslinda, Abeng, A.T. and Iktiar, M. (2021) “Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny . N dengan Serotinus,” Journal of Midwifery, 2(2), pp. 129–138.
Herliani, Y., Efriani, R., Sujianti, et al. (2024) Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. PT Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta.
Herliani, Y., Efriani, R., Khodijah, U.P., et al. (2024) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Jakarta.
Hilmi, R.Z., Hurriyati, R. and Lisnawati (2018) “Permenkes No 4 tahun 2018,” 3(2), pp. 91–102.
Hubaedah, A. and Inayanti, E. (2019) Mutu Pelayanan Kebidanan. Edited by Guepedia. Surabaya: Guepedia. Available at: https://books.google.co.id/books?id=EB3-DwAAQBAJ&lpg=PA3&ots=dD6G025RzJ&dq=24 standar pelayanan kebidanan&lr&hl=id&pg=PA4#v=onepage&q=24 standar pelayanan kebidanan&f=false.
Kementerian Kesehatan RI (2019) “Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas,” Kebutuhan Pada Masa Nifas, p. 49.
Kuswanto et al. (2024) Asuhan Kesehatan Neonatus. Edited by A. Karim. Yayasan Kita Menulis.
Laelatus, S.U., Himatul, K. and WIdi, A. (2023) “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny . A G3P2A0 Umur 32 Tahun dengan Faktor Resiko Riwayat Caesar dan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Paguyangan,” 1(3).
Lalita, E.M.F. et al. (2025) Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Edited by L.O. Alifariki. PT. Media Pustaka Indo.
Lestari, A. (2019) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Kebidanan. Indonesia.
Lestari, N.K.I. (2022) “Asuhan Kebidanan Pada Ibu ‘Ma’ Umur 23 Tahun Primigravida Dari Umur Kehamilan 32 Minggu Sampai 42 Hari Masa Nifas,” Repository.Poltekkes-Denpasar.Ac.Id, 5(3), pp. 248–253.
Maharani, A.W., Ayunda, R.D. and Irawati, D. (2024) “Faktor Risiko Dan Dampak Berat Lahir Rendah (BBLR),” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 05(02), pp. 5–24. Available at: https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/683/494.
Mawaddah, Erni, S. and Januarsih (2024) “Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Induksi Persalinan pada Kehamilan Postterm di Rumah Sakit Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau Tahun 2023,” Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran, 2(4), pp. 167–180.
Mohd., A. et al. (2019) “Ketuban Pecah Dini dan Tatalaksananya,” Kedokteran Syiah Kuala, 19(3), pp. 188–192.
Mulya, S. (2020) “Determinan Kehamilan Resiko Tinggi,” 6(2), pp. 1–7.
Nasrullah, M.J. (2021) “Pentingnya Inisiasi Menyusu Dini dan Faktor yang Mempengaruhinya,” Jurnal Medika Hutama, 02(02), pp. 439–447.
Nina, H. et al. (2025) Asuhan Kebidanan Persalinan. Edited by Speriano. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Nurseha et al. (2024) Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Edited by A. Wahdi. CV. Dewa Publishing.
Olvaningsih and Musdalifah (2024) “Asuhan Kebidanan Post Natal Care dengan Perawatan Luka Perineum Derajat II,” Language and Health, 5(1), pp. 7–14.
Pratama Jihan, Hardianti Linda saputri and Halida Thamrin (2023) “Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Pada Bayi Ny. L,” Window Of Midwifery Journal, 4(2), pp. 142–151.
Puspasari, L. and Istiyati, S. (2024) “Perawatan pada ibu nifas normal,” 2, pp. 484–489.
Putri, P.S., Hapsari, R.A. and Margiyati (2025) “Hubungan Persalinan Induksi Dengan Kejadian Perdarahan Pada Ibu Bersalin di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2024,” Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner (JPIM), 02(03), pp. 2314–2322.
Rahardjo, A.M. and Tunjungsari, F. (2025) “Identifikasi Faktor Risiko Kejadian Ketuban Pecah Dini ( KPD ),” 5(3).
Rahmadhani, S.P. et al. (2024) Buku Ajar Fisiologi Kehamilan, Persalinan, Nifas, Dan Bayi Baru Lahir (BBL). Available at: https://www.google.co.id/books/edition/Buku_Ajar_Fisiologi_Kehamilan_Persalinan/inGfEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=perubahan-perubahan+fisiologi+kehamilan&pg=PA18&printsec=frontcover.
Rochmaedah, S. (2024) “Hubungan Usia dan Frekuensi Ante Natal Care Dengan Kejadian Kehamilan Serotinus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pasanea Kecamatan Seram Utara Barat,” 2(1), pp. 150–159.
Sari, Y.M. and Munir, R. (2022) “Hubungan antara Jarak Kehamilan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini pada Ibu Bersalin,” Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(4), pp. 175–179.
Setiawan, S. ayu and Hardiani, M. putri (2015) “Hubungan Antara Jarak Kehamilan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di RSU Muhammadiyah Ponorogo,” p. 5.
Setyo, H.C. et al. (2023) Mekanisme Dalam Persalinan. Edited by M.J.F. Sirait. Yayasan Kita Menulis.
Stefanicia and Indriani (2024) “Studi Kasus Sering Buang Air Kecil pada Ibu Hamil Trimester III dengan Terapy Non Farmakologi di Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Kota Palangka Raya Tahun 2024,” Jurnal Surya Medika, 10(3), pp. 300–308.
Subiyatin, A. (2017) Dokumentasis Kebidanan. Available at: https://repository.stikesbcm.ac.id/id/eprint/320/1/Bahan Ajar Kebidanan Dokumentasi Kebidanan.pdf.
Undang-undang RI (2019) “Undang-undang RI No. 4 Tahun 2019 Tentang Kebidanan,” Tentang Kebidanan, (10), pp. 2–4.
Wahyuni, S. et al. (2023) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir.
Wardani, F.D.A.K., Windari, F. and Octavia, T. (2024) “Faktor Risiko Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil,” pp. 83–91.
Wijaya, W., Limbong, T.O. and Yulianti, D. (2023) Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas.
Wijayanti, E., Putri, Y. and Handayani, T.S. (2024) “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Resiko Tinggi dengan Kelengkapan Antenatal Care (ANC) di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Tiga Tahun 2023,” Journal of Midwifery, 12(1), pp. 64–73.
Zaiyidah, F. et al. (2022) “Penyuluhan Kebutuhan Dasar Ibu Bersalin,” Perak Malahayati, 4(2), pp. 268–276.
Zuhrotul, J., Emi, Y. and Paramita, R.Y. (2021) “Asuhan Kebidanan pada Ny. ‘B’ dengan Kehamilan Serotinus di PMB Kasih Bunda Hj. Rina Purwantari, S. Tr. Keb,” I(1), pp. 105–108.
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2026 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |