Introduction (Pendahuluan)
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1998, lansia adalah
individu berusia 60 tahun ke atas. Meningkatnya jumlah lansia memerlukan
perhatian, karena mereka berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan, terutama
penyakit degeneratif seperti nyeri sendi. Nyeri sendi umum terjadi akibat
degenerasi tulang dan jaringan ikat, yang mengurangi fleksibilitas sendi.
Pengobatan dapat dilakukan secara farmakologi dan non-farmakologi, termasuk
senam lansia, yang merupakan aktivitas fisik yang mudah dilakukan dan
bermanfaat untuk mengurangi nyeri sendi.
Method (Metode)
Studi kasus dengan mengelola satu pasien yang diberikan asuhan keperawatan pada
pasien lansia kelolaan dengan nyeri sendi berdasarkan buku SDKI, SIKI dan SLKI.
Intervensi yang dilakukan kepada pasien yaitu dengan memberikan terapi senam
lansia. Implementasi dilakukan selama tiga hari dengan mengobservasi penurunan
skala nyeri pada pasien.
Results (Hasil)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan skala nyeri sendi
setelah diberikan latihan senam lansia selama 3 kali pertemuan dengan dibuktikan
dengan penurunan skala nyeri sendi sebelum diberikan senam lansia dan skala
penurunan skala nyeri setelah diberikan senam lansia sekitar 2-4.
Simpulan
Studi ini menunjukkan senam lansia aman dan efektif menurunkan skala nyeri sendi
serta mengurangi kekakuan sendi pada pasien.
Asharani, P. V., Lai, D., Koh, J., & Subramaniam, M. (2022). Purpose in Life in Older Adults: A Systematic Review on Conceptualization, Measures, and Determinants. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(10). https://doi.org/10.3390/ijerph19105860
Basuki, H. O., Haryanto, J., & Kusumaningrum, T. (2018). The Effect of Elderly Cognitive Care on the Cognitive Function and Physical Activity of Elderly. Indonesian Journal of Health Research, 1(2), 37–48. https://doi.org/10.32805/ijhr.2018.1.2.16
Haryanto. (2022). keperawatan gerontik. Deepublish.Jakarta Selatan
Huda, D. N., Aulia, L., Shafiyah, S., Lestari, S. I., & Nurul, S. (2022). Efektivitas Senam Pada Lansia untuk Mengurangi Nyeri Sendi?: Telaah Literatur. 3(1), 31–35. https://doi.org/10.24853/mujg.3.1.31-35
Indragriari. (2021). Manajemen Nyeri dalam Keperawatan. Eurika Digital.Yogyakarta
Kemenkes RI. (2017). Situasi Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. ISSN 24427659.
Kurdi,F.,Rasni,H.,Lestari,P.,&Handayani,W.(2023).aktivitas fisikdan senam lansia
mandiri.
Kurdi, F., Rasni, H., Lestari, P., & Handayani, W. (2023). Upaya Penurunan
Tingkat Nyeri Sendi Pada Lansia Melalui Senam Lansia Di Wisma Teratai
UPT PSTW Jember. 2(1), 79–86.
Kurnia, R. (2019). Pengaruh Senam terhadap Keluhan Muskuloskeletal pada
Lansia. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 137140.
Lestari, S., Kurniasih, U., Wahyuni, N. T., Hikmah, R., & Ajeng, S. (2023).
Pengaruh senam lansia terhadap skala nyeri sendi pada lansia di puskesmas
plumbon kabupaten cirebon. 4, 351–356.
Pinzon., R. . (2016). Pengkajian nyeri.
Priyoto. NIC Dalam Keperawatan Gerontik. (2015). Salemba. Jakarta Selatan
Wahyuni, M. E., & Nurrohmah, A. (2024). Penerapan Senam Lansia dalam Upaya
Menurunkan Nyeri Sendi Lutut pada Lansia di Puskesmas Gemolong. 2(3).
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| Organisasi | Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan |
| umpp.pekalongan@yahoo.com | |
| Alamat | Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan |
| Telepon | (0285) 7832294 |
| Tahun | 2025 |
| Kota | Pekalongan |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Negara | Indonesia |