Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Kunjungan

Web Analytics

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL SEBARAN KASUS GIGITAN ULAR DI KABUPATEN PEKALONGAN
Pengarang : Arini Mafaza, Benny Arief Sulistyanto
Kata Kunci   :gigitan ular, sistem informasi geospasial, sebaran kasus, antivenom, Kabupaten Pekalongan

Arini Mafaza 1, Benny Arief Sulistyanto 2, MNS
Sistem Informasi Geospasial Sebaran Kasus Gigitan Ular di Kabupaten Pekalongan

Pendahuluan: Gigitan ular masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Kabupaten Pekalongan memiliki kondisi geografis, iklim, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko kejadian gigitan ular. Keterbatasan data epidemiologi yang terintegrasi secara spasial menyebabkan sulitnya identifikasi pola persebaran kasus dan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, Sistem Informasi Geospasial (SIG) diperlukan untuk memvisualisasikan sebaran kasus gigitan ular
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Sistem Informasi Geospasial. Data yang digunakan berupa data sekunder kasus gigitan ular di Kabupaten Pekalongan tahun 2024–2025, data batas administrasi kecamatan, data curah hujan, ketinggian wilayah, serta lokasi fasilitas kesehatan dan ketersediaan antivenom. Data diolah melalui tahapan input, pengolahan, analisis, dan visualisasi menggunakan perangkat lunak SIG. Analisis spasial deskriptif dilakukan untuk menggambarkan sebaran kasus gigitan ular di Kabupaten Pekalongan.
Hasil: Pemetaan menunjukkan bahwa kasus gigitan ular di Kabupaten Pekalongan tersebar tidak merata antar kecamatan. Kasus gigitan ular di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 dan 2025 masih didominasi oleh Kecamatan Kajen. Namun, dibandingkan berdasarkan rasio per 10.000 penduduk, Kecamatan Lebakbarang merupakan wilayah dengan angka kejadian tertinggi. Analisis spasial menunjukkan bahwa curah hujan dan ketinggian wilayah tidak berkaitan langsung dengan jumlah kasus. Distribusi antivenom di Kabupaten Pekalongan tersedia di empat Rumah Sakit, yaitu RSUD Kajen,RSUD Kraton, RSUD Kesesi, RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.
Simpulan: Sistem Informasi Geospasial efektif menggambarkan sebaran kasus gigitan ular dan mendukung kesiapsiagaan pelayanan kesehatan; oleh karena itu, fasilitas kesehatan perlu meningkatkan ketersediaan antivenom, khususnya di Kecamatan Kajen dan wilayah sekitar Kabupaten Pekalongan yang berpotensi menjadi rujukan kasus gigitan ular.


Kata Kunci: gigitan ular, sistem informasi geospasial, sebaran kasus, antivenom, Kabupaten Pekalongan
Daftar Pustaka: 40 (2016-2025)
NASKAH PUBLIKASI
Referensi

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Adinsyah, S. N. (2021). Jenis-Jenis Ular. Cv. Media Edukasi Creative.

Adiputra, I. M. S., Trisnadewi, N. W., Oktaviani, N. P. W., & Munthe, S. A. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan.

Alam, Z. (2021). Is Population Density a Risk Factor for Communicable Diseases Like COVID-19?? A Case of Bangladesh. 4046. https://doi.org/10.3389/FPUBH.2020

Amruddin, & dkk. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Pradina Pustaka.

Anggreini, D. (2022). Penerbit STIKes Majapahit Mojokerto Buku Ajar. STIKes Majapahit Mojokerto.

Bernardi, R. (2025). Rafa Korban Ular Weling Mulai Respons Rangsangan Usai Terima 33 Antivenom. Detik.Com. https://www.detik.com/jateng/berita/d-7992952/rafa-korban-ular-weling-mulai-respons-rangsangan-usai-terima-33-antivenom

Collinson, S., Lamb, T., Diggle, P. J., & Lalloo, D. G. (2025). A systematic review of variables associated with snakebite risk in spatial and temporal analyses. Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 119(January), 1084–1099. https://doi.org/10.1093/trstmh/trae131

Erkamim, M., Mukhlis, I. R., Putra, Adiwarman, M., Rassarandi, F. D., Rumata, N. A., Arrofiqoh, E. N., KN, A. R., Chusnayah, F., Paddiyatu, N., & Hermawan, E. (2023). Sistem Informasi Geografis. PT. Green Pustaka Indonesia.

Huda, M. N. (2021). Tingginya Kasus Gigitan Ular di Indonesia, Ini Saran Presiden Toxinologi Indonesia. 05 April 2021. https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/339238/tingginya-kasus-gigitan-ular-di-indonesia-ini-saran-presiden-toxinologi-indonesia

Iba, Z. (2023). Metode Penelitian. Eureka Media Aksara.

Jarman, M. P., & Byrne, J. (2024). Geographic information systems and spatial analysis?: a statistical commentary. 46–47. https://doi.org/10.1136/tsaco-2024-001412

Katzburg, J. R., Bradley, S. E., Lind, J. D., Fickel, J., Ripley, D. C., Ong, M. K., Bergman, A. A., Fleming, M., Lee, L. B., & Tubbesing, S. A. (2020). Using Geographic Information System Mapping in Emergency Management: Expanding the Role of Nurses in Home Based Primary Care. 55(1). https://doi.org/10.1016/j.cnur.2019.10.010.

Machado, M. S., Valério, A., Oda, J. Y., & Rafaela, A. (2025). Spatio-temporal dynamics of snakebite envenoming in Mato Grosso do Sul , Brazil ( 2007 – 2023 ): environmental interfaces , occupational risk , and predictive modeling.

Maharani, I. R., & Yanti, D. N. (2025). DAN RENCANA INTERVENSI BERBASIS PROBLEM SOLVING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HARAPAN RAYA TAHUN 2025. 9, 10008–10014.

Maharani, T., & dkk. (2023). Buku Pedoman Penanganan Gigitan, Sengatan Berbisa dan Keeracunan Tumbuhan dan Jamur. In kemenkes RI.

Mendri, N. K., & Prayogi, A. S. (2018). Buku Etika Profesi Hukum Kesehatan. Pustaka Baru Press.

Midtgaard, & Rune. (2023). Elapidae [part 1: terrestrial species]. https://www.repfocus.dk/GEO/Indonesia_SER_Elapidae_1.html

Mujtaba, E. (2022). Pemanfaatan Teknologi SIG dalam Dunia Kesehatan. Elementa Media.

Mulyana, A., & dkk. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif (N. Fahmi (ed.)). Tohar Media.

Muslimah, S. (2025). Bocah di Pekalongan Digigit Ular hingga Koma 1 Minggu, Akhirnya Dapat Antivenom. Kumparan.

Pasaribu, B. S. (2022). Metodologi Penelitian. In UUP Academic Manajemen Perusahaan YKPN. Media Edu Pustaka.

Patikorn, C., Blessmann, J., Nwe, M. T., Tiglao, P. J. G., Vasaruchapong, T., Maharani, T., Doan, U. V., Abidin, S. A. Z., Ismail, A. K., Othman, I., Taychakhoonavudh, S., & Chaiyakunapruk, N. (2022). Estimating economic and disease burden of snakebite in ASEAN countries using a decision analytic model. PLoS Neglected Tropical Diseases, 16(9), 1–17. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0010775  

Pemerintah Kabupaten Pekalongan. (2024). RPJPD Kabupaten Pekalongan Tahun 2025–2045. Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Penelitian, P., Lembaga Penelitian,  dan P. M., & (LPPM). (2025). Buku Panduan Kode Etik Penelitian.

Puspaningtyas, N. W., & Dewi, R. (2022). Gigitan Ular?: Manajemen Terkini.

Renault, A., & Dkk. (2024). Frequency , geographical distribution , clinical characteristics , antivenom utilisation and outcomes of King Cobra ( Ophiophagus hannah ) bites in Malaysia. 1–17. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0012359

Riyanto, S., & Setyorini, W. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif dengan Pendekatan SmartPLS 4.0 (H. A. Mumtahana (ed.)). Deepublish Digital.

Roflin, E., Zulvia, F. E., & Pariyana, I. An. L. (2021). Pengolahan dan Penyajian Data Penelitian Bidang Kedokteran. Penerbit NEM.

Rusli, N. (2020). Panduan Bergambar Ular Jawa. Indonesia Herpetofauna Foundation.

Sahir, S. H. (2022). Metodologi Penelitian. KBM INDONESIA.

Saputra, R., Aryantiningsih, D. S., & Parlin, W. (2024). Visualisasi Pemetaan Spatial Kesehatan Untuk Memperkuat Kesiapsiagaan Masyarakat. In Repository-Penerbitlitnus.Co.Id. PT. Literasi Nusantara Abadi Grup.

Setyawati, N. F., & dkk. (2023). Metodologi Riset Kesehatan. EUREKA MEDIA AKSARA.

Sianturi, H. L., & Geru, A. S. (2020). Analisis pola hujan dan distribusi hujan berdasarkan ketinggian tempat di pulau flores. 5(2).

Sofyan, N., Yuwono, A. H., & Suharno, B. (2024). Metodologi Penelitian dan Penulisan Publikasi Ilmiah?: Sebuah Panduan Praktis. Universitas Indonesia Publishing.

Spyres, M. B., Ruha, A., Seifert, S., Onisko, N., Padilla-jones, A., & Smith, E. A. (2016). Occupational Snake Bites?: a Prospective Case Series of Patients Reported to the ToxIC North American Snakebite Registry. https://doi.org/10.1007/s13181-016-0555-7

Sufa, T. (2019). Habitat bagi ular berbisa, Indonesia kurang siap menghadapi gigitan ular. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2019/03/01/habitat-for-venomous-vipers-indonesia-poorly-prepared-for-snake-bites.html?utm_source

WHO. (2023). Snakebite envenoming. Who. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/snakebite-envenoming

WHO. (2024). Control of Neglected Tropical Diseases. WHO. https://www.who.int/teams/control-of-neglected-tropical-diseases/snakebite-envenoming/antivenoms

World Health Organization. (2023). Snakebite envenoming. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/snakebite-envenoming

Yousefi, M., Yousefkhani, S. H., Grünig, M., Kafash, A., Rajabizadeh, M., & Pouyani, E. R. (2023). Identifying high snakebite risk area under climate change for community education and antivenom distribution. Scientific Reports, 1–12. https://doi.org/10.1038/s41598-023-35314-1

Yudha, D. S., Raihan, A. W., & Al Faqih, M. Y. (2025). Pemetaan Kasus Gigitan Ular di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan Analisis Spasial Statistik. Biota?: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 10(1), 10–21. https://doi.org/10.24002/biota.v10i1.5331

Zulfikar, F. (2025). Indonesia Jadi Negara Ketiga Spesies Ular Terbanyak di Dunia. DetikKalimantan. https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8050548/indonesia-jadi-negara-ketiga-spesies-ular-terbanyak-di-dunia

 

 

 

 

 


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email umpp.pekalongan@yahoo.com
Alamat Jl. Raya Pekajangan No. 1A Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 7832294
Tahun 2026
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia